lisensi

Kamis, 12 Februari 2026, Februari 12, 2026 WIB
Last Updated 2026-02-12T15:59:20Z
Doa Untuk Negeri

Doa untuk Negeri Digelar di Lampung, Perkuat Persatuan, Perdamaian, dan Kebersamaan

Advertisement


Bandar Lampung (Pikiran Lampung)— Provinsi Lampung menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan religius berskala nasional bertajuk “Doa untuk Negeri” dalam rangkaian acara Damai Indonesiaku dan HUT tvOne.


Kegiatan ini direncanakan akan digelar di Masjid Raya Al Bakrie, Kota Bandar Lampung pada hari Sabtu–Minggu, 14–15 Februari 2026 mendatang dengan menghadirkan sejumlah ulama dan tokoh nasional, di antaranya Ustaz Abdul Somad, Ustaz Mumuy, Syech Fiqri Thoriq, Ustaz Fiki Antika, dan Ustaz Azhari Nasution. 


Mengusung tema “Lampung Tanoh Pusako, Gham Mulang”, kegiatan ini tidak sekadar menjadi momentum syiar keagamaan, tetapi juga wujud penguatan nilai persatuan, kedamaian, dan kebersamaan masyarakat Lampung.


Pemerintah Provinsi Lampung terus berupaya mendorong pembangunan sumber daya manusia yang menjadi bagian dari komitmen membangun masyarakat yang religius, harmonis, berakhlak mulia dan menjadikan kegiatan ini sebagai ruang memperkuat persatuan dan spiritualitas masyarakat.


Rangkaian kegiatan akan diawali dengan tausiyah bersama Ustaz Abdul Somad pada hari Sabtu, 14 Februari 2026 pukul 20.30 WIB. Selanjutnya, program Damai Indonesiaku Live akan digelar pada hari Sabtu–Minggu, 14–15 Februari 2026 pukul 12.30 WIB, menghadirkan Ustaz Mumuy, Syech Fiqri Thoriq, Ustaz Fiki Antika, dan Ustaz Azhari Nasution. 


Sementara itu, Damai Indonesiaku Taping Ramadan dijadwalkan pada Minggu, 15 Februari 2026 pukul 10.00 WIB menghadirkan Syech Fiqri Thoriq dan Ustaz Azhari Nasution. 


Kehadiran kegiatan ini selaras dengan visi Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal untuk mewujudkan Lampung sebagai provinsi yang maju, sejahtera, dan berdaya saing berbasis nilai-nilai religius dan kearifan lokal. 


Pembangunan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga penguatan karakter masyarakat serta harmonisasi sosial. Pentingnya membangun Lampung dengan keseimbangan antara kemajuan fisik dan ketahanan spiritual. 


Pembangunan yang berkelanjutan harus ditopang oleh masyarakat yang rukun, damai, dan memiliki fondasi moral yang kuat.


Momentum Doa untuk Negeri ini diharapkan menjadi ruang silaturahmi akbar masyarakat Lampung sekaligus memperkuat citra Lampung sebagai daerah yang terbuka, religius, dan kondusif. 


Selain itu, kegiatan berskala nasional ini juga berpotensi mendorong perputaran ekonomi lokal, mulai dari sektor UMKM, perhotelan, hingga transportasi. 


Pemerintah Provinsi Lampung berharap partisipasi seluruh masyarakat Lampung dalam kegiatan ini dapat menjadi simbol kebersamaan dalam mendoakan kebaikan bagi bangsa sekaligus meneguhkan semangat “Gham Mulang” semangat kembali pada nilai luhur, menjaga warisan, dan membangun masa depan Lampung yang lebih gemilang.


Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, tokoh agama, media nasional, dan masyarakat, Lampung kembali menunjukkan perannya sebagai daerah yang aktif menghadirkan energi positif bagi Indonesia. (Budi)