lisensi

Sabtu, 14 Februari 2026, Februari 14, 2026 WIB
Last Updated 2026-02-14T14:23:22Z
LampungTaun Baru Imlek 2026. Ekonomi

Jelang Tahun Baru Imlek, Permintaan Kue Keranjang Meningkat di Lampung

Advertisement



Bandarlampung (Pikiran Lampung)- Sebentar lagi warga keturunan China atau Tionghoa akan merayakan tahun Baru Imlek. Termasuk juga warga keturunan di Provinsi Lampung.

 

Dari beberapa hal yang khas dari perayaan kaum keturunan Tionghoa tesebut adalah kue keranjang.

 

Perajin kue keranjang di Lampung mengalami peningkatan produksi seiring dengan kenaikan permintaan dari masyarakat menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2026

 

"Produksi kue keranjang sebagai kue khas Imlek ini sudah dilakukan sejak pertengahan Januari kemarin, dan kondisinya seperti tahun kemarin pertama berjalan agak lambat tapi di akhir-akhir ramai produksi," ujar salah seorang perajin kue keranjang asal Bandarlampung Hasan Kurniawan di Bandarlampung, kemarin.

 


Ia mengatakan pada pertengahan bulan sebelum Imlek produksi kue keranjang kurang lebih sebanyak 1.000 buah dalam sehari, dan hingga saat ini meningkat menjadi 2.000 buah dalam sehari.

 

"Kebetulan hari ini terakhir produksi dan semakin dekat Imlek ini makin banyak yang mencari. Jadi produksi mengikuti kapasitas maksimal disini bisa mencapai 2.000 buah dalam satu hari," katanya.

 

Ia juga menjelaskan kue keranjang saat ini sudah menjadi kue yang dikonsumsi masyarakat umum, bukan khusus orang Tionghoa. Bahkan khusus di Lampung, kue keranjang makin dikenal luas oleh masyarakat umum dan biasa dibagikan ke tetangga terdekat atau rekan kerja.

 

"Ukuran kue ini tidak tentu, ada yang standar, kecil sesuai permintaan konsumen. Bahan pembuatan kue ini dari ketan, gula dengan perbandingan 1:1, semua dikukus selama 12 jam," ucap dia.

 

 

 

Ia mengatakan tahun ini ada kenaikan harga sebesar Rp1.000 per buah, karena ada kenaikan bahan baku, terutama untuk tepung ketan yang sudah mencapai Rp20 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp14-15 ribu per kilogram.

 

"Harga dari produsen itu isi dua buah kue yakni Rp30 ribu, karena di Kampung Sawah Bandarlampung ini adalah lokasi sentra kue keranjang. Kalau di luar sudah Rp35 ribu dua buah," tambahnya.

 

Menurut dia, kue keranjang tersebut merupakan kue khas masyarakat keturunan Tionghoa yang harus dikonsumsi pada Imlek, karena memiliki filosofi untuk merekatkan persaudaraan antar keluarga.

 

"Kue ini dalu aslinya wadahnya dari keranjang anyaman bambu, makanya ada yang menyebut kue keranjang, tapi sekarang ada yang menyebutnya kue tutun, dodol Cina," ujar dia.

 

Dengan berdekatannya Imlek dengan awal Ramadhan, pihaknya pun bersyukur karena mendapatkan peningkatan produksi, karena setelah kue keranjang, dapat langsung memproduksi kue Lebaran.

 

"Justru makin dekat Ramadhan kita makin repot karena masing-masing punya segmentasi pasarnya. Saat Imlek ini kami khusus produksi kue keranjang, dan ini mau Ramadhan kita langsung harus siap produksi kue Ramadhan dan Lebaran," tambahnya. (ant/Bila)