Advertisement
Bandar Lampung (Pikiran Lampung) Pemerintah Provinsi Lampung mengalokasikan tambahan anggaran lebih dari Rp. 120 miliar kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) tahun ini. Anggaran tersebut ditujukan untuk memperluas akses pendidikan bermutu sekaligus meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik di seluruh wilayah Lampung.
Kepala Disdikbud Provinsi Lampung, Thomas Amirico, memaparkan bahwa sejumlah program prioritas menjadi fokus utama penggunaan anggaran tambahan tersebut.
“Tambahan anggaran ini kami arahkan untuk memperkuat Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (BOPD), program Lampung Mengajar, Kelas Cangkok, serta Kelas Migran Vokasi,” ujar Thomas, rabu (25/02/2026).
Ia menjelaskan, khusus program BOPD, dana akan langsung ditransfer ke rekening sekolah mulai Maret 2026 mendatang agar pengelolaan lebih efektif dan tepat sasaran.
“Untuk BOPD, besarannya Rp600 ribu per siswa bagi kelas unggul dan Rp500 ribu per siswa untuk kelas reguler. Dana ini langsung masuk ke rekening sekolah mulai Maret 2026,” jelasnya.
Selain mendukung operasional sekolah dan perlengkapan pendidikan, pemerintah juga memberikan perhatian pada kesejahteraan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Saat ini, guru honorer telah diangkat menjadi guru paruh waktu dengan penghasilan Rp2,4 juta per bulan. Sementara itu, guru penuh waktu menerima gaji hampir Rp3 juta per bulan, dan tenaga teknis seperti satpam serta petugas kebersihan memperoleh Rp1,5 juta per bulan.
“Kami ingin memastikan kesejahteraan guru dan tenaga teknis ikut meningkat, karena kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kesejahteraan para pelaksananya di lapangan,” tegas Thomas.
Mengenai polemik operasional SMA Siger Bandar Lampung, Thomas menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menerbitkan izin karena persyaratan administrasi yang belum lengkap. Sekolah tersebut berada di bawah naungan Yayasan Siger yang diprakarsai Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana.
“Kami tidak dapat memberikan izin operasional karena syaratnya belum terpenuhi secara lengkap,” katanya.
Disdikbud juga telah menginstruksikan agar 104 siswa SMA Siger segera dipindahkan ke sekolah formal sebelum tahun ajaran baru dimulai.
“Kami telah menyiapkan opsi sekolah rujukan dan akan terus melakukan evaluasi serta teguran keras jika instruksi ini tidak diindahkan,” tambah Thomas.(madi)