lisensi

Kamis, 05 Februari 2026, Februari 05, 2026 WIB
Last Updated 2026-02-05T11:51:58Z
05/02/2026Agnesia Bulan MarindoDWP LampungINACRAFT 2026

Ketua DWP Agnesia Marindo: Hadiri INACRAFT 2026, Dukung UMKM Lampung Mendunia'

Advertisement


Jakarta (Pikiran Lampung)
– Ajang INACRAFT 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC) membuka peluang besar bagi perempuan pengusaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Lampung untuk menjangkau pasar nasional bahkan global. Hal tersebut diungkapkan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Lampung, Agnesia Bulan Rurianti atau yang akrab disapa Agnesia Bulan Marindo tersebut.


Sebagai pemimpin organisasi yang berperan dalam pengembangan kapasitas perempuan dan pemberdayaan keluarga, Agnesia menghadiri pembukaan serta mengikuti serangkaian aktivitas acara yang mengusung tema "Menjelajahi dan Merayakan Pengusaha Perempuan di Bidang Kerajinan". Menurutnya, DWP Provinsi Lampung memiliki peran khusus dalam mendukung gerakan ekonomi kreatif daerah melalui berbagai program, mulai dari pendampingan teknis produksi, pelatihan literasi digital untuk penjualan daring, hingga pembinaan manajemen keuangan keluarga yang seimbang. 


"Keikutsertaan Lampung di ajang ini bukan hanya untuk memamerkan produk, tetapi menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi antar elemen masyarakat dalam mengangkat kualitas sumber daya manusia perempuan lokal. DWP Provinsi Lampung berperan sebagai jembatan antara pemerintah dan para pengusaha perempuan, baik dalam hal pendataan potensi, penyediaan akses pelatihan, maupun pemfasilitasian jaringan yang dapat meningkatkan daya saing produk kita," ujar isteri Sekdaprov Marindo Kurniawan tersebut.

 

Dalam kesempatan tersebut, Agnesia juga memberikan tanggapan terkait produk khas Lampung yang ditampilkan, khususnya kain tapis dengan sulaman benang emas dan motif filosofis. Menurutnya, selain menjadi komoditas bernilai ekonomi tinggi, tapis juga bisa dijadikan media edukasi budaya bagi generasi muda perempuan. 


"Kita sedang menyusun program kerja sama dengan sekolah-sekolah di Lampung untuk memperkenalkan proses pembuatan tapis dan makna filosofinya kepada siswi SMA dan SMK, sehingga mereka tidak hanya bangga akan produk lokal tetapi juga bisa menjadi calon pengusaha atau pelestar budaya di masa depan," jelasnya 

 

Selain itu, ia mengungkapkan antusiasmenya terhadap respon positif dari pengunjung terhadap busana muslim hasil olahan UMKM Lampung yang telah masuk pasar Arab Saudi. "Ini membuktikan bahwa produk buatan perempuan Lampung memiliki standar kualitas global. DWP Provinsi Lampung akan mendorong pendirian kelompok kerja khusus untuk mengoptimalkan ekspor produk tersebut, termasuk dengan memberikan bimbingan terkait peraturan perdagangan internasional dan standar keamanan produk," tambahnya.

 

Agnesia mengungkapkan bahwa DWP Provinsi Lampung telah menyusun program kerja khusus selama satu tahun ke depan untuk menjawab peluang yang muncul dari ajang ini. Program utama yang akan digalakkan antara lain:

 

- Program "Tapis untuk Generasi Muda": Kolaborasi dengan 15 SMA/SMK se-Provinsi Lampung untuk membentuk klub kerajinan tapis dan memberikan beasiswa pelatihan kepada siswi berprestasi.

- Pembentukan "Kelompok Ekspor Perempuan Lampung": Akan dibentuk kelompok kerja yang terdiri dari perwakilan UMKM unggulan, akademisi, dan praktisi perdagangan untuk mempermudah akses pasar luar negeri, khususnya untuk produk busana muslim dan kerajinan tangan.

- Bimtek Digital UMKM Perempuan: Pelatihan berkelanjutan tentang pemasaran melalui platform daring, pembuatan konten produk, dan manajemen toko online yang akan dilakukan secara rutin setiap bulan di delapan kabupaten/kota perwakilan UMKM yang ikut dalam INACRAFT 2026.

 

Fokus pada Produk Unggulan


DWP Provinsi Lampung juga akan memfokuskan dukungan pada tiga produk unggulan Lampung yang telah mendapatkan respon positif di pameran, yaitu kain tapis dengan motif modernisasi filosofis, busana muslim dengan sentuhan tenun tradisional, dan aksesori kerajinan dari bahan alam lokal seperti rotan dan anyaman pandan. 


"Kita akan membantu para pengusaha untuk melakukan sertifikasi produk agar lebih mudah diterima di pasar nasional maupun internasional, serta memfasilitasi pembuatan buku panduan produksi standar untuk menjaga kualitas yang konsisten," tutup wanita cantik yang juga menjabat Ketua LASQI Lampung tersebur. (red)