Advertisement
Lampung Timur (Pikiran Lampung) – Pembangunan infrastruktur pedesaan kembali mendapat perhatian serius pemerintah pusat. Hal ini ditandai dengan langkah konkret TNI Angkatan Darat yang bergerak cepat melaksanakan percepatan pembangunan jembatan di daerah, menyusul penunjukan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) sebagai pimpinan Satuan Tugas (Satgas) percepatan pembangunan jembatan oleh Presiden Republik Indonesia. Di Provinsi Lampung, Kodam XXI/Radin Inten menjadi salah satu satuan yang sigap menindaklanjuti kebijakan tersebut melalui pembangunan Jembatan Merah Putih (Jembatan Perintis) di Kabupaten Lampung Timur.
Jembatan Merah Putih dibangun di Kecamatan Way Bungur dan berfungsi menghubungkan Desa Tanjung Tirto dengan Desa Kali Pasir. Selama ini, keberadaan jembatan tersebut sangat dinantikan masyarakat karena menjadi akses utama yang menunjang mobilitas warga, kegiatan ekonomi desa, serta distribusi hasil pertanian. Infrastruktur ini diharapkan mampu membuka keterisolasian wilayah yang kerap terjadi, terutama saat musim hujan.
Sebagai tindak lanjut instruksi Presiden RI, Kasad mengerahkan seluruh jajaran TNI AD agar bergerak cepat, tepat, dan terkoordinasi dalam mendukung pembangunan infrastruktur strategis. Kodam XXI/Radin Inten melalui satuan-satuan di bawahnya langsung turun ke lapangan dengan mengerahkan personel, material, serta sarana pendukung lainnya guna memastikan proses pembangunan jembatan berjalan sesuai rencana.
Pangdam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, S.I.P., M.Si. (Han), menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Merah Putih bukan semata proyek fisik, tetapi merupakan wujud nyata pengabdian TNI kepada masyarakat.
“Pembangunan jembatan ini adalah implementasi perintah Presiden RI dan arahan Kasad agar TNI AD selalu hadir di tengah rakyat dan membantu mengatasi kesulitan masyarakat. Jembatan ini akan menjadi simbol persatuan, harapan, dan kemajuan bagi warga Desa Tanjung Tirto dan Desa Kali Pasir,” ujarnya.
Proses pembangunan jembatan dilaksanakan secara gotong royong dengan melibatkan masyarakat setempat. Kolaborasi antara TNI dan warga terlihat jelas di lapangan, mencerminkan kemanunggalan TNI–rakyat yang selama ini menjadi fondasi kekuatan bangsa.
Antusiasme warga pun tampak menyertai pembangunan jembatan tersebut. Selama ini, akses penghubung antar desa sangat terbatas dan sering terputus akibat kondisi cuaca. Dengan hadirnya Jembatan Merah Putih, masyarakat optimistis aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial akan berjalan lebih lancar dan berkembang.
Melalui kepemimpinan Kasad sebagai pimpinan Satgas percepatan pembangunan jembatan serta respons cepat Kodam XXI/Radin Inten di lapangan, TNI AD kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung program pemerintah dan mempercepat pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pelosok.
Jembatan Merah Putih di Way Bungur bukan hanya menjadi penghubung dua desa, tetapi juga menjadi jembatan harapan menuju masa depan masyarakat Lampung Timur yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.(Fauzi)