lisensi

Jumat, 20 Februari 2026, Februari 20, 2026 WIB
Last Updated 2026-02-21T04:35:54Z
Serba-Serbi Ramadan 1447 H

Menjaga Kesehatan Telinga, Hidung, dan Mulut Selama Bulan Puasa

Advertisement


Bandar Lampung (Pikiran Lampung) - Bulan puasa merupakan momen istimewa bagi umat Muslim. Selain meningkatkan kualitas ibadah, perubahan pola makan, waktu istirahat, serta aktivitas harian selama Ramadhan juga berdampak pada kondisi kesehatan tubuh, termasuk kesehatan telinga, hidung, dan mulut (THT). Jika tidak dirawat dengan baik, keluhan seperti bau mulut, hidung kering, mimisan, hingga gangguan pendengaran ringan dapat muncul.


Dokter spesialis Telinga Hidung Tenggorok (THT) sering menemukan peningkatan keluhan bau mulut dan gangguan saluran pernapasan atas selama bulan puasa. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh dehidrasi dan perubahan pola makan. Oleh karena itu, penting untuk memahami cara menjaga kesehatan organ-organ tersebut agar tetap optimal selama menjalankan ibadah puasa.


1. Menjaga Kesehatan Mulut

Salah satu keluhan paling umum saat puasa adalah bau mulut (halitosis). Hal ini terjadi karena produksi air liur berkurang selama tidak makan dan minum. Air liur berfungsi membersihkan sisa makanan dan menghambat pertumbuhan bakteri. Ketika produksi air liur menurun, bakteri lebih mudah berkembang dan menghasilkan bau tidak sedap.


Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

• Menyikat gigi minimal dua kali sehari, terutama setelah sahur dan sebelum tidur.

• Membersihkan lidah untuk mengurangi penumpukan bakteri.

• Menggunakan benang gigi (dental floss) untuk membersihkan sela-sela gigi.

• Memperbanyak konsumsi air putih saat sahur dan berbuka.

• Menghindari makanan berbau tajam seperti bawang mentah.

Selain itu, menjaga asupan nutrisi seimbang saat sahur dan berbuka juga membantu menjaga

kesehatan jaringan mulut dan gusi.


2. Merawat Kesehatan Hidung

Selama berpuasa, tubuh rentan mengalami kekurangan cairan ringan (dehidrasi). Kondisi ini dapat membuat lapisan mukosa hidung menjadi kering. Hidung yang kering lebih mudah mengalami iritasi, terasa perih, bahkan dapat menyebabkan mimisan.


Untuk menjaga kesehatan hidung selama puasa, beberapa hal berikut dapat dilakukan:

• Memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan minum cukup air saat sahur dan berbuka.

• Menghindari paparan debu dan asap berlebihan.

• Menggunakan cairan saline (larutan garam steril) untuk menjaga kelembapan rongga hidung jika diperlukan.

• Menjaga kelembapan ruangan, terutama jika sering berada di ruangan ber-AC.

Bagi penderita alergi atau sinusitis, penting untuk tetap mengontrol kondisi dengan obat sesuai anjuran tenaga medis.


3. Memperhatikan Kesehatan Telinga

Gangguan telinga selama puasa memang tidak secara langsung dipengaruhi oleh tidak makan dan minum, namun daya tahan tubuh yang menurun akibat kurang istirahat dapat meningkatkan risiko infeksi, termasuk infeksi saluran pernapasan atas yang dapat berdampak pada telinga tengah.


Beberapa tips menjaga kesehatan telinga antara lain:

• Tidak membersihkan telinga dengan benda tajam atau cotton bud terlalu dalam.

• Menjaga kebersihan telinga secara wajar.

• Segera memeriksakan diri jika muncul keluhan seperti nyeri telinga, keluar cairan, atau pendengaran menurun.

• Menjaga daya tahan tubuh dengan tidur cukup dan asupan gizi seimbang. 


Menjaga Daya Tahan Tubuh Secara Umum

Kesehatan telinga, hidung, dan mulut tidak dapat dipisahkan dari kondisi tubuh secara keseluruhan. Oleh karena itu, menjaga pola hidup sehat selama Ramadhan sangat penting, seperti:

• Konsumsi makanan bergizi seimbang.

• Cukup istirahat.

• Tetap melakukan aktivitas fisik ringan.

• Menghindari stres berlebihan.


Dengan perawatan yang tepat, ibadah puasa dapat dijalankan dengan nyaman tanpa gangguan kesehatan THT. Bulan Ramadhan bukan hanya momentum memperbaiki kualitas spiritual, tetapi juga kesempatan untuk membangun kebiasaan hidup yang lebih sehat.(dr. Winendy Deo Haryanto, AIFO-K - RS Bintang Amin)