Advertisement
Bandar Lampung (Pikiran Lampung) – Pemerintah Provinsi Lampung mengambil langkah strategis dengan mempercepat preservasi atau perbaikan jalan melalui penutupan lubang pada Selasa (17/02/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari pemeliharaan rutin infrastruktur jalan nasional di Provinsi Lampung, sekaligus memastikan kesiapan jalur utama menghadapi arus mudik Lebaran 2026.
Salah satu fokus perbaikan dilakukan di ruas Jalan Bypass Soekarno-Hatta. Jalur tersebut merupakan akses vital yang setiap hari dilalui ribuan kendaraan, terutama saat musim mudik. Pemerintah ingin memastikan kondisi jalan tetap aman dan nyaman bagi para pengguna jalan.
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, Taufiq, menjelaskan bahwa percepatan ini merupakan respons atas kebutuhan mendesak masyarakat terhadap akses jalan yang layak. Menurutnya, sejak Januari, Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) BMBK di berbagai wilayah telah bergerak melakukan penambalan sementara pada titik-titik kerusakan.
“Perintahnya jelas, jangan tunggu lama. Masyarakat sudah menunggu jalan yang benar-benar mantap. Kita pun sudah bekerja sejak Januari,” ujar Taufiq.
Ia menambahkan, tingginya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir memicu munculnya lubang-lubang baru di sejumlah ruas jalan. Karena itu, langkah mitigasi dilakukan melalui penambalan cepat guna mencegah kerusakan semakin meluas serta mengurangi risiko kecelakaan.
Sepanjang tahun 2025, Pemprov Lampung telah mengeksekusi 52 paket pekerjaan jalan. Hasilnya, tingkat kemantapan jalan provinsi mencapai sekitar 79,79 persen, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang masih di bawah 78 persen.
Pada tahun 2026, jumlah paket pekerjaan ditingkatkan menjadi 62 proyek, atau bertambah 10 paket dari tahun sebelumnya. Pemerintah menargetkan adanya lonjakan signifikan terhadap kualitas serta jangkauan infrastruktur jalan provinsi.
Selain perbaikan rutin, proyek tahun 2026 juga mencakup peningkatan struktur jalan strategis dan pembangunan jembatan penghubung antar daerah. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas wilayah serta mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai kabupaten/kota di Provinsi Lampung.(Bila)

