Advertisement
BANDAR LAMPUNG (Pikiran Lampung) — Rangkaian kegiatan reses anggota DPR RI dari Fraksi PAN, Putri Zulkifli Hasan, di Kota Bandar Lampung, Sabtu (21/2/26), berubah menjadi lautan antusiasme.
Program Pasar Murah yang digelar di tiga titik langsung dipadati ratusan warga sejak pagi hari.
Tak hanya mendapatkan sembako tebus murah, warga bahkan dibuat terharu ketika seluruh paket yang disiapkan akhirnya diborong dan dibagikan gratis.
Tiga lokasi Pasar Murah tersebut berada di Jalan Plamboyan No.31 Kelurahan Enggal, Kecamatan Tanjungkarang Pusat; Perumahan Sukabumi Indah Gang Waru V, Kecamatan Sukarame; serta Jalan Teluk Lampung, Kelurahan Pidada, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung.
Di setiap titik, panitia dari DPD PAN Kota Bandar Lampung menyiapkan 300 paket sembako yang dapat ditebus seharga Rp20.000 per paket.
Namun suasana mendadak riuh ketika Putri Zulhas menyampaikan permohonan maaf karena warga harus menunggu cukup lama.
“Terima kasih bapak dan ibu semua atas kesabarannya menunggu cukup lama untuk mendapatkan sembako tebus murah ini. Sebagai permohonan maaf, semua paket sembako yang disiapkan akan saya borong semua. Bapak dan ibu simpan kembali uangnya,” ujarnya, yang langsung disambut tepuk tangan dan sorak bahagia kaum ibu.
Sembako yang dibagikan terdiri dari beras, gula pasir, minyak goreng dua liter, kecap, garam, dan mie instan. Putri Zulhas berharap bantuan tersebut bisa sedikit meringankan kebutuhan masyarakat menjelang Ramadhan 1447 Hijriyah.
“Harga tidak seberapa, tapi saya berharap bantuan dari saya dan DPD PAN Bandar Lampung ini bisa sedikit membantu bapak dan ibu dalam memenuhi kebutuhan Ramadhan,” katanya.
Kehadiran sang suami, Zumi Zola, yang dikenal sebagai mantan Gubernur Jambi dan juga mantan pemain sinetron, semakin menyemarakkan suasana. Banyak ibu-ibu yang antusias ingin berswafoto. “Sepertinya lebih kenal ibu-ibu dengan suami saya,” canda Putri Zulhas yang disambut gelak tawa warga.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPD PAN Kota Bandar Lampung Dr. Ir. H. Firmansyah Y. Alfian, MBA, M.Sc.; anggota DPRD Lampung Yusirwan; anggota DPRD Kota Bandar Lampung sekaligus Bendahara DPD PAN Bandar Lampung Raka Irwanda; dan Hi. Erwansyah. Hadir pula sebagai pembawa acara Marfen Effendi, dan sejumlah pengurus PAN lainnya.
Firmansyah menegaskan bahwa program ini merupakan komitmen jangka panjang. “Ini memang kegiatan rutin kami selama lima tahun ke depan. Selain minyak goreng tebus murah, kami juga menggelar Pasar Murah Rp20.000 per paket sembako. Dan Pasar Murah kali ini merupakan pemberian Ibu Putri Zulhas, Wakil Ketua Komisi XII DPR RI,” ujarnya.
Dalam dialog bersama warga, berbagai keluhan mengemuka. Mulai dari persoalan BPJS yang dinonaktifkan, bantuan hukum, pengembangan UMKM, pendidikan, hingga usulan menggalakkan olahraga di Bandar Lampung. Firmansyah menegaskan seluruh aspirasi akan dicatat dan ditindaklanjuti.
“Catat semua apa yang menjadi kendala dan masalah bapak dan ibu. Kami siap memfasilitasi atau membantu menyelesaikannya, termasuk kendala berobat menggunakan BPJS, insya Allah akan kami bantu,” tegasnya.
Aspirasi juga datang dari Lusi Puspitasari yang menyoroti pentingnya pendampingan UMKM, termasuk program permodalan dan pembinaan bagi pelaku usaha kecil, serta dukungan terhadap Persatuan Janda-Janda Maju dan Solit Lampung. Menanggapi hal itu, Putri Zulhas menegaskan komitmennya sebagai representasi suara kaum ibu. Ia menyebut program pembinaan UMKM sudah berjalan dan terus diperkuat.
“UMKM itu program yang sangat banyak. Saya sebagai wakil ibu-ibu, mendorong program pembinaan UMKM terus berjalan. Apa yang dibutuhkan? Alat-alat seperti oven, mixer, dan lainnya memang butuh proses dan waktu. Untuk satu UMKM bahkan bisa sampai Rp100 juta. Kita kawal bersama,” jelasnya.
Ia juga menyinggung dampak besar program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai mampu menggerakkan ekonomi secara luas. “MBG ini menghidupkan ekonomi luar biasa. Ada karyawan yang bekerja, ahli gizi yang terlibat, UMKM yang tumbuh karena menjadi pemasok. Ini efek berganda yang sangat besar bagi masyarakat,” ungkapnya.
Reses kali ini tak sekadar agenda seremonial, melainkan momentum dialog langsung antara wakil rakyat dan masyarakat. Di tengah riuhnya Pasar Murah, terselip harapan agar aspirasi yang disampaikan benar-benar berbuah solusi nyata bagi warga Bandar Lampung. (Salsabila)

