Advertisement
Bandar Lampung (Pikiran Lampung) – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung, Marindo Kurniawan, memaparkan capaian satu tahun kepemimpinan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela. Yang terbukti mememupuskan banyak keraguan menjadi kemajuan di berbagai bidang.
Menurut Marindo, duet kepemimpinan yang dikenal dengan pasangan Mirza–Jihan tersebut berhasil membawa Provinsi Lampung semakin maju dan kompetitif, sekaligus memperkuat fondasi pembangunan menuju visi Indonesia Emas 2045.
“Dalam satu tahun terakhir, berbagai program prioritas berjalan progresif dan berdampak langsung bagi masyarakat. Mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga transportasi dan pelayanan publik,” ujar Marindo dalam keterangannya, jumat (20/02/2026).
Dalam bidang Infrastruktur, Konektivitas & Proyek Strategis
- Peningkatan Kemantapan Jalan dan Jembatan: Tingkat kemantapan jalan provinsi meningkat menjadi 79,79% pada akhir tahun 2025, melampaui rata-rata nasional yang sekitar 75%. Hingga Desember 2025, progres pembangunan infrastruktur yang mencakup 52 paket jalan dan 21 jembatan telah mencapai 78%, dengan perbaikan difokuskan pada 52 ruas jalan prioritas berdasarkan aspirasi masyarakat.
- Preservasi Jalan Nasional: Melalui kolaborasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), dilakukan preservasi pada ruas-ruas vital seperti Padang Tambak – Bukit Kemuning hingga Batas Sumsel dan ruas Bukit Kemuning – Terbanggi Besar.
- Kawasan Kota Baru: Pemprov mematangkan rencana kelanjutan pembangunan kawasan Kota Baru sebagai bagian dari RPJMD 2025–2029. Fokus tahun ini adalah penyediaan infrastruktur dasar (akses jalan, gedung pemerintahan) dan penyiapan lahan untuk institusi pendidikan seperti Unila, UIN Raden Intan, dan Polinela.
- Proyek Akselerasi: Enam proyek strategis diakselerasi sejak pelantikan gubernur pada Februari 2025 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui infrastruktur jalan dan sektor pertanian.
- Peluncuran Kapal Dalom I milik Pemprov Lampung yang ikut berpartisipasi dalam mendukung percepatan distribusi hasil pertanian lewat transportasi laut di Pelabuhan Bakauheni-Merak.
Dalam bidang Ekonomi & Investasi
- Pertumbuhan Ekonomi: Perekonomian provinsi tumbuh 5,47% (y-on-y) pada Triwulan I-2025.
- Promosi Investasi: Dalam ajang Lampung Economic and Investment Forum (LEIF) 2025, Pemprov menawarkan 11 proyek strategis kepada investor, yang mencakup pengembangan infrastruktur pendukung hilirisasi.
- Pemprov terus menekankan strategi penurunan angka kemiskinan yang masih berada di kisaran 10% melalui penguatan ekonomi lokal. (Sumber: BPS Lampung dan laporan LEIF 2025)
Dalam bidang Pendidikan
- Pemprov resmi menghapus uang komite, uang pendaftaran, dan SPP di seluruh SMA, SMK, dan SLB negeri mulai tahun ajaran 2025/2026. Kebijakan ini didukung oleh alokasi dana BOS dari APBD dan APBN untuk 352 sekolah negeri, serta didasari oleh revisi Peraturan Gubernur Nomor 61 Tahun 2020 sebagai payung hukum sekolah rakyat yang gratis dan inklusif.
- Pemprov Lampung menyatakan telah ada 93 SMA/SMKyang sudah menjalankan Program Kelas Migran Vokasi. Saat ini telah ada 93 sekolah yang menjalankan program tersebut, dengan peserta mencapai 2.658 siswa dari target 240 sekolah.
Dalam bidang Kesehatan
- Penurunan Stunting: Prevalensi stunting balita turun menjadi 19,8% pada akhir tahun (dari 22% awal tahun) melalui rapat koordinasi dan integrasi program lintas sektor.
- Peningkatan Akses Layanan: 8.349 puskesmas telah menerapkan integrasi layanan dan 324.380 kader kesehatan dilatih untuk meningkatkan akses di daerah.
- Diselenggarakan program kesejahteraan sosial seperti khitanan massal gratis dan penguatan hak penyandang disabilitas.
Dalam Tata Kelola Pemerintahan & Penghargaan
- Meraih peringkat 1 nasional dalam Monitoring Controlling Surveillance for Prevention (MCSP) KPK dengan nilai 80 poin pada 4 November 2025.
- Masuk 5 besar nasional dalam Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2025 (satu-satunya di luar Pulau Jawa yang masuk tahap II penilaian).
- Mendapatkan Penghargaan Provinsi Layak Anak (Provila) 2025 dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) karena semua kabupaten/kota menjadi Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA).
- Meraih dua penghargaan dalam Apresiasi Kinerja Pemerintahan Daerah 2025.
- Sistem layanan publik daring dioptimalkan, dengan waktu penanganan surat menyurat menurun menjadi rata-rata 3 hari kerja.
- Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Dr. Marindo Kurniawan, S.T., M.M., meraih penghargaan Sekda Terbaik Kategori Vision dan berhasil menempati peringkat ke-4 nasional pada ajang ASKOMPSI Digital Leadership Government Award 2025, yang berlangsung di Hotel Mercure Surabaya.
Marindo Kurniawan menegaskan bahwa capaian satu tahun ini menjadi fondasi kuat untuk melanjutkan program strategis lima tahunan. Ia optimistis, dengan sinergi seluruh perangkat daerah dan dukungan masyarakat, Lampung akan semakin maju, mandiri, dan berdaya saing tinggi.
“Kepemimpinan Mirza–Jihan telah menunjukkan arah pembangunan yang jelas dan terukur. Ini menjadi modal penting bagi Lampung dalam menyongsong Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.(red)