lisensi

Selasa, 03 Februari 2026, Februari 03, 2026 WIB
Last Updated 2026-02-03T11:11:32Z
DaerahMKKS Kabupaten Lampung Utara

SMA Negeri 3 Kotabumi Terendam Banjir, MKKS Lampung Utara Pastikan Semua Siswa Selamat

Advertisement



Lampung Utara (Pikiran Lampung) – Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Lampung Utara meninjau langsung lokasi banjir yang merendam SMA Negeri 03 Kotabumi, Selasa (3/2/2026). Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung dampak banjir tahunan terhadap aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut.


Banjir yang kerap terjadi setiap musim hujan ini menyebabkan sejumlah ruang kelas terendam air, sehingga kegiatan belajar mengajar terpaksa dihentikan sementara. Kondisi tersebut berdampak langsung pada siswa yang tidak dapat mengikuti pembelajaran secara tatap muka.


Ketua MKKS Lampung Utara, Aruji Kartawinata, didampingi Wakil Ketua Haidir Yusuf, membenarkan bahwa pihak sekolah terpaksa mengambil kebijakan pembelajaran dari rumah. “Dengan sangat terpaksa, siswa SMA Negeri 03 Kotabumi saat ini harus belajar dari rumah hingga kondisi banjir surut,” ujarnya di sela-sela peninjauan.


Menurutnya, lokasi SMA Negeri 03 Kotabumi yang berada di pinggiran Sungai Way Sesso menjadi salah satu faktor utama penyebab banjir. Selain kondisi sungai yang mulai dangkal, area sekolah juga berada di dataran rendah sehingga sangat rentan terendam saat hujan deras.


Sementara itu, Kepala SMA Negeri 03 Kotabumi, Vivi Evita Rizalifa, mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi sekolah yang kembali dilanda banjir. Ditemui di ruang kerjanya, Vivi tampak sedih saat menjelaskan situasi yang dihadapi sekolah dan para siswanya.


“Kami pihak sekolah sudah mengambil langkah-langkah agar siswa tetap mendapatkan pembelajaran, meskipun harus dilakukan secara daring melalui Zoom,” jelasnya.


Vivi menambahkan, pihak sekolah tengah mempersiapkan pembelajaran jarak jauh secara maksimal karena belum dapat memastikan kapan banjir akan surut. “Saya akan mengerahkan semua kemampuan agar anak-anak didik kami tidak tertinggal mata pelajaran. Untuk saat ini, pembelajaran daring menjadi langkah paling efektif,” katanya.


Ia juga berharap adanya perhatian dan solusi dari berbagai pihak agar permasalahan banjir yang terjadi hampir setiap tahun ini dapat segera diatasi. Selain itu, Vivi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh wali murid atas ketidaknyamanan yang terjadi.


“Saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada orang tua siswa karena anak-anak harus belajar dari rumah. Kami mohon pengertian atas situasi dan kondisi ini. Mudah-mudahan bencana ini segera berakhir dan kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan normal,” pungkasnya.(Bambang)