Advertisement
| Foto Menu MBg yang dipermasalahkan. Foto ist |
Bandarlampung (Pikiran Lampung)- Mencuatnya menu Makan
Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai tidak sesuai, membuat dapur penyedia atau
SPPG mendapat warning keras.
Ketua Pelaksana Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis
(MBG) Provinsi Lampung Saipul meminta kepada seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan
Gizi (SPPG) di wilayahnya agar dapat memberikan menu Makan Bergizi Gratis (MBG)
sesuai standar dan aturan yang berlaku selama Ramadhan.
"Petunjuk teknis mengenai pemberian menu MBG selama
Ramadhan sudah jelas yakni makanan yang diberikan boleh setengah basah seperti
kering tempe, susu, pisang, bubur kacang hijau, atau makanan kering dan jenis
makanan yang dapat dipastikan bisa bertahan sampai waktu berbuka puasa,"
ujar Saipul di Bandarlampung, Sabtu (28/1/2025).
Ia pun meminta kepada seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan
Gizi dapat memberikan menu sesuai ketentuan serta layak konsumsi selama
berlangsungnya Ramadhan.
"Seharusnya semua bisa berjalan dengan baik, hanya
saja kadang ada SPPG yang tidak sesuai aturan seperti memberikan telur mentah
yang rentan pecah saat dibagikan ke siswa sekolah dasar, meskipun awet tapi
tidak bisa dipastikan bisa dikonsumsi mungkin saja bisa pecah di
perjalanan," katanya.
Selain itu, lanjut dia, terkadang menu yang diberikan
sesuai dengan pembiayaan yakni sebesar Rp10 ribu per paket makanan, tetapi
terkadang tidak memenuhi angka kecukupan gizi bagi anak.
"Kadang itu yang sering diprotes adalah angka
kecukupan gizi dalam menu, meski menu tersebut nominalnya telah sesuai dengan
pembiayaan yakni sebesar Rp10 ribu per paket. Oleh karena itu SPPG juga perlu
memperhatikan ini, serta perlu membuat variasi dalam pemberian menu selama
Ramadhan," ucap dia.
Menurut dia, pihaknya akan terus melakukan pengawasan
serta evaluasi kepada dapur SPPG selama Ramadhan, agar menu MBG yang diberikan
kepada sasaran penerima selain sesuai dengan nilai pembiayaan juga memenuhi
angka kecukupan gizi yang ditentukan.
"Ini masih terus kita evaluasi terus seluruh
pelaksanaannya, lalu kita pun sudah melakukan koordinasi dengan Satuan Tugas
Makan Bergizi Gratis yang ada di kabupaten serta kota, dan juga kepada pihak
terkait dalam pelaksanaan serta pengawasan operasional dapur," tambahnya.(ant/p1)