lisensi

Sabtu, 07 Februari 2026, Februari 07, 2026 WIB
Last Updated 2026-02-08T06:27:24Z
HPN 2026Kota Celegon BantenSMSI LampungWakil Wakil Walikota Celegon Fajar Hadi Wibowo

Wakil Walikota Cilegon Sampaikan Salam untuk Bupati Egi dan Masyarakat Lampung

Advertisement


Cilegon (Pikiran Lampung) – Gelaran nasional Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Provinsi Banten menghadirkan beragam momen kebersamaan antar sesama insan pers dan pemerintah daerah. Salah satunya terjadi saat peresmian Monumen Siber SMSI pertama di Indonesia, yang berlangsung di Kota Cilegon.


Pada kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Cilegon, Fajar Hadi Wibowo, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada insan pers asal Lampung, khususnya jurnalis Pikiran Lampung, yang telah hadir jauh-jauh untuk memperingati HPN 2026.


“Terima kasih kepada rekan-rekan jurnalis dari Lampung, terutama Pikiran Lampung, yang sudah datang dan ikut memeriahkan Hari Pers Nasional ini. Saya yakin, jika kita menjaga profesionalitas, integritas, dan mengedepankan kepentingan informasi untuk masyarakat, maka daerah akan maju dan wartawannya pun sejahtera,” ujar Fajar, Sabtu (07/02/2026).



Hal menarik terjadi seusai sesi wawancara. Fajar Hadi Wibowo secara khusus menitipkan salam kepada Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, serta seluruh masyarakat Lampung. Ia menyebut memiliki hubungan pertemanan yang baik dengan Bupati Egi dan berharap silaturahmi antardaerah terus terjalin.


“Saya berteman baik dengan Bupati Egi. Tolong sampaikan salam saya untuk beliau dan seluruh masyarakat Lampung,” ucapnya kepada wartawan Pikiran Lampung.



Perbincangan hangat antara Wakil Wali Kota Cilegon dan jurnalis Pikiran Lampung, Dinal Alung, tersebut mengandung nilai positif tentang pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat dengan insan pers. Menurut Fajar, sinergi yang baik dengan media menjadi kunci dalam membangun transparansi dan menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat.


Ia juga berharap Pemerintah Provinsi Lampung dapat menerapkan pola komunikasi yang terbuka seperti yang berjalan di Kota Cilegon, di mana aspirasi wartawan, masukan masyarakat, kritik, hingga laporan publik diterima sebagai bahan evaluasi demi mendorong kemajuan daerah.


“Semua aspirasi dan kritik masyarakat harus didengar. Itu bagian dari proses membangun daerah agar semakin maju,” pungkasnya.(Alung)