Advertisement
Lamsel (Pikiran Lampung)- Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan bakal menjadi lokasi tersibuk dan pusat perhatian saat musim mdik Idul Fitri 2026 ini.
Belajar dari tahun –tahun seblumnya, ada lonjakan yang
cukup besar untuk kendaraan yang menyeberang ke pulau Sumtera dari Pulau Jawa.
Oleh karenanya, PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan
(ASDP) Indonesia Ferry Cabang Bakauheni telah mempersiapkan sejumlah kantong
parkir guna mengantisipasi kemacetan di pintu masuk pelabuhan saat mudik
Lebaran.
General Manager PT ASDP Cabang Bakauheni, Partogi Tamba mengatakan,
kantong parkir disiapkan sebagai upaya antisipasi terjadi kemacetan arus lalu
lintas di depan pintu masuk Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni Lampung saat
mudik libur hari raya Idul Fitri 1447 Hijrah.
"Dalam mengantisipasi adanya penumpukan penumpang
atau kemacetan di area pelabuhan, kami telah mengoptimalkan sejumlah kantong
parkir atau buffer zone diantaranya rest area KM 49B, KM 20B, dan titik non-tol
seperti Terminal Agribisnis Gayam dan rumah makan Gunung Jati, RM Tiga Saudara,
dan Kantor Lama Balai Karantina,”jelasnya, Jumat (13/3/2026).
Ia menegaskan, ASDP Cabang Bakauheni telah menyiagakan
petugas nya di titik buffer zone yang telah ditetapkan, guna memberikan
pelayanan dan membantu calon pemudik melakukan pembelian tiket kapal sebelum
masuk di area pelabuhan.
Menurutnya, pembelian tiket ferry kini hanya dapat
dilakukan secara online melalui aplikasi dan website Ferizy, dengan masa
pemesanan maksimal H-60 sebelum tanggal keberangkatan.
"Tidak ada lagi penjualan tiket di area pelabuhan.
Pastikan sudah memiliki tiket sebelum berangkat dan tiba di pelabuhan sesuai
dengan jadwal yang tertera pada tiket untuk menghindari antrean atau
keterlambatan layanan,” ujarnya.
Oleh karena itu, guna mengantisipasi penumpukan kendaraan
di ada pelabuhan, ASDP mengingatkan pengguna jasa agar terlebih dahulu memiliki
tiket sebelum tiba di pelabuhan, melakukan perjalanan sesuai jadwal
keberangkatan yang tertera pada tiket, serta memastikan pengisian data dan identitas
penumpang dilakukan secara lengkap dan benar.
“Kami mengimbau pengguna jasa untuk memiliki tiket sebelum
tiba di pelabuhan. Saat ini kapasitas masih sangat mencukupi dan terukur
melalui sistem digital kami,” ucapnya. (Mario/Ant)