lisensi

Senin, 09 Maret 2026, Maret 09, 2026 WIB
Last Updated 2026-03-10T00:21:03Z
Program Bersih SampahSekdarov Marindo Kurniawan

Atasi Banjir, Sekdaprov Marindo Ajak Warga "Jaga' Sungai dan Lingkungan Dari Sampah

Advertisement

 



Bandarlampung (Pikiran Lampung) – Bencana Banjir yang tejadi pekan kemarin di Bandarlampung, menjadi peratian serius Pemprov Lampung.

 

Berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemprov Lampung untuk mencegah terjadinya banjir. Termasuk memberikan edukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Tertama di aliran sungai.


Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Lampung Marindo Kurniawan mengingatkan pentingnya memperkuat edukasi agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan di sungai guna mencegah terjadinya banjir.

 

"Selain melakukan penanganan yang berlandaskan pada aksi kolaborasi, perlu juga dilakukan penguatan serta perluasan edukasi terkait membuang sampah pada tempatnya," kata Marindo Kurniawan di Bandarlampung, Senin (9/3/2026).

 

Dia menambahkan masalah banjir di Bandarlampung memerlukan kolaborasi lintas sektor yang kuat.

 

"Air ini berasal dari hulu yang melintasi batas administratif, sehingga sinergi antara Pemerintah Provinsi Lampung, Pemerintah Kota Bandarlampung, serta kabupaten sekitarnya seperti Kabupaten Lampung Selatan dan Pesawaran menjadi kunci utama," katanya.

 

Dia menambahkan, faktor sampah yang menyumbat drainase masih menjadi kendala besar.

 

"Infrastruktur secanggih apa pun tidak akan maksimal jika budaya membuang sampah ke sungai belum berubah. Oleh karena itu penting sekali terus mengedukasi masyarakat terkait ini," katanya.


Pemerintah Provinsi Lampung berharap upaya penanganan sungai dan sistem drainase di Kota Bandarlampung dapat dilakukan secara lebih terarah dan berkelanjutan, sehingga risiko bencana serupa di masa mendatang dapat diminimalisir.

 

Dia mengatakan, selain memberikan edukasi kepada masyarakat, pihaknya juga telah melakukan sejumlah upaya dalam penanganan banjir di Kota Bandarlampung.

 

Pertama, menyusun rencana induk banjir terintegrasi sebagai acuan utama agar penanganan dilakukan secara menyeluruh dari hulu ke hilir.

 

Kemudian pembangunan kolam retensi di daerah hulu untuk menahan laju air sebelum memasuki wilayah padat penduduk.

 

Ketiga, melakukan normalisasi dan peninggian tanggul, pengerukan sedimentasi dan memperkuat dinding sungai.

 

Selanjutnya ketegasan penataan ruang serta mengatasi penyempitan sungai akibat bangunan di bantaran sungai serta menambah Ruang Terbuka Hijau sebagai daerah resapan.(ant/p1)