lisensi

Jumat, 13 Maret 2026, Maret 13, 2026 WIB
Last Updated 2026-03-13T21:23:45Z
Penetapan 1 Syawal 1447 H

Awal Syawal 1447 H Ditetapkan 20 Maret 2026 Berdasarkan Kalender Hijriah Global

Advertisement



Jakarta (Pikiran Lampung) - Awal bulan Syawal 1447 Hijriah tahun ini ditetapkan jatuh pada Jumat Legi, 20 Maret 2026 Masehi. Penetapan tersebut mengacu pada keputusan Musyawarah Nasional XXXII Tarjih Muhammadiyah yang menggunakan sistem Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) sebagai dasar penentuan awal bulan dalam kalender Islam.


Kalender Hijriah Global Tunggal merupakan sistem kalender yang dirancang untuk menyatukan penentuan awal bulan hijriah secara global. Dalam konsep ini, seluruh wilayah di bumi dipandang sebagai satu kesatuan matlak, sehingga awal bulan berlaku serentak bagi seluruh dunia tanpa dibatasi oleh wilayah geografis tertentu.


Dengan pendekatan tersebut, penentuan awal bulan tidak lagi bergantung pada batas negara atau kawasan tertentu, melainkan didasarkan pada terpenuhinya parameter astronomis di salah satu lokasi di dunia.


Terdapat beberapa kriteria utama yang digunakan dalam sistem KHGT. Pertama, seluruh dunia dianggap sebagai satu kesatuan matlak sehingga bulan baru dimulai secara bersamaan di semua wilayah.


Kedua, bulan baru dimulai apabila sebelum pukul 24.00 UTC di suatu tempat di dunia telah terpenuhi parameter astronomis berupa elongasi minimal 8 derajat dan tinggi hilal minimal 5 derajat pada saat matahari terbenam.


Ketiga, apabila kriteria tersebut baru terpenuhi setelah pukul 24.00 UTC, maka bulan baru tetap dapat dimulai dengan syarat parameter tersebut terjadi di daratan Benua Amerika dan peristiwa ijtimak berlangsung sebelum waktu fajar di Selandia Baru.


Berdasarkan data astronomis, kriteria tersebut telah terpenuhi untuk penentuan awal Syawal 1447 H. Ijtimak terjadi pada Kamis Kliwon, 19 Maret 2026 pukul 01:23:28 UTC. Setelah peristiwa ijtimak, posisi bulan terus bergerak menjauhi matahari hingga mencapai parameter visibilitas yang dipersyaratkan.


Lokasi pertama yang memenuhi parameter tersebut berada pada koordinat 64° 59′ 57.47″ LU dan 42° 3′ 3.47″ BT. Di wilayah tersebut, matahari terbenam pada pukul 18:12:15 waktu setempat atau 15:24:03 UTC. Pada saat matahari terbenam, tinggi bulan tercatat 6,49 derajat dengan elongasi mencapai 8 derajat sehingga memenuhi kriteria minimal KHGT.


Parameter serupa juga tercatat di Makkah, Arab Saudi. Pada 19 Maret 2026, matahari terbenam di kota tersebut pada pukul 18:34:04 waktu setempat atau 15:34:04 UTC. Saat itu tinggi bulan geosentrik mencapai +06° 09′ 09″ dengan elongasi geosentrik sebesar 08° 05′ 24″, nilai yang telah melampaui batas minimal yang ditetapkan dalam sistem kalender global.


Sementara itu, waktu fajar di Selandia Baru pada hari yang sama tercatat pukul 16:50:02 UTC. Data ini memastikan bahwa seluruh parameter yang menjadi syarat dalam kriteria KHGT telah terpenuhi dalam rentang waktu yang ditentukan.


Dengan terpenuhinya parameter elongasi minimal 8 derajat dan tinggi hilal minimal 5 derajat sebelum pukul 24.00 UTC di beberapa wilayah dunia, maka awal bulan Syawal 1447 H ditetapkan jatuh pada Jumat Legi, 20 Maret 2026 M.


Penetapan ini berlaku secara global sesuai prinsip Kalender Hijriah Global Tunggal yang menjadikan seluruh wilayah di bumi sebagai satu sistem kalender hijriah terpadu.(*)