lisensi

Rabu, 04 Maret 2026, Maret 04, 2026 WIB
Last Updated 2026-03-04T13:57:34Z
DPD PSI Bandar Lampung

Bendahara DPD PSI Bandar Lampung Soroti Perlambatan Kredit UMKM, Dorong Akses Permodalan Lebih Mudah

Advertisement

 


Bandar Lampung (Pikiran Lampung)—Perlambatan penyaluran kredit kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Bandar Lampung menjadi perhatian berbagai pihak. Kondisi ini dinilai dapat berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi daerah apabila tidak segera diatasi dengan langkah konkret.


Bendahara DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bandar Lampung, William Luhendo, menilai UMKM merupakan tulang punggung ekonomi masyarakat yang harus terus didukung, terutama dalam hal akses pembiayaan.


“UMKM adalah penggerak ekonomi rakyat. Ketika akses kredit melambat, maka ruang berkembang bagi pelaku usaha kecil juga ikut terhambat. Ini perlu menjadi perhatian serius semua pihak,” ujar William.


Menurutnya, masih banyak pelaku UMKM yang sebenarnya memiliki usaha yang berjalan baik, tetapi mengalami kesulitan dalam mengakses pembiayaan dari lembaga keuangan karena keterbatasan administrasi dan literasi keuangan.


William menilai perlu adanya kolaborasi antara pemerintah daerah, perbankan, serta lembaga keuangan untuk memperluas akses pembiayaan yang lebih inklusif bagi pelaku usaha kecil.


“Banyak pelaku UMKM sebenarnya layak mendapatkan kredit, namun mereka terkendala dalam hal administrasi dan pemahaman pengelolaan keuangan usaha. Oleh karena itu, edukasi literasi keuangan juga menjadi hal yang sangat penting,” jelasnya.


Ia juga mendorong adanya program pendampingan bagi pelaku UMKM agar mampu menyusun pembukuan sederhana, mengelola arus kas usaha, serta memahami prosedur pengajuan kredit perbankan.


“Jika UMKM memiliki manajemen keuangan yang baik, maka kepercayaan lembaga keuangan juga akan meningkat. Ini akan membuka peluang permodalan yang lebih luas bagi mereka,” tambahnya.


Ke depan, William berharap berbagai pihak dapat bersama-sama memperkuat ekosistem ekonomi rakyat di Lampung agar UMKM dapat tumbuh lebih sehat, mandiri, dan berdaya saing.


“Penguatan UMKM bukan hanya soal bantuan modal, tetapi juga soal pendampingan, literasi keuangan, dan kebijakan yang berpihak pada pelaku usaha kecil,” tutupnya.(Alung)