Advertisement
Jakarta (Pikiran Lampung)-Dengarkan aspirasi masyarakat,
Pemerintah pusat melalui kementerian keuangan resmi meliburkan program
Makan Bergizi Gratis alias MBG.
Eeett., tapi tunggu dulu, cuti alias liburnya program yang
menuai pro Kontra secara luas ini hanya sementara. Atau selama libur Hari Raya
Idul Fitri 2026 ini.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diliburkan selama Lebaran dapat
menghemat anggaran beberapa triliun rupiah.
"Ketua MBG sudah lapor kan ya? Katanya liburan akan
diberhentikan katanya. Hemat lumayan berapa triliun. Dia bilang kan, saya udah
baca juga tuh," kata Menkeu Purbaya ketika ditemui di Istana Negara,
Jakarta, Kamis (19/3/2026).
"Jadi yang liburan tidak akan keluar MBG-nya, itu
hemat lumayan. Nanti pas itu jalan lagi biasa," tambahnya.
Purbaya merujuk kepada pernyataan Kepala Badan Gizi
Nasional (BGN) Dadan Hindayana yang menyatakan Program MBG akan diliburkan
selama Idul Fitri dan dapat menghemat anggaran hingga sekitar Rp5 triliun.
Dalam pernyataan pada Selasa (17/3), Kepala BGN menyebut
bahwa penyaluran MBG ke sekolah-sekolah dihentikan sejak 13 Maret 2026 dan
pengiriman untuk ibu hamil, menyusui serta balita dilakukan terakhir pada 17
Maret 2026.
Dia menyebut Program MBG akan kembali disalurkan kepada
para penerima per 31 Maret 2026.
"Itu kurang lebih sekitar Rp5 triliun dihemat dengan
seperti itu," tuturnya.
Dadan juga menjelaskan, pada 18-24 Maret tidak dilakukan
penyaluran MBG bagi seluruh sasaran penerima manfaat, baik peserta didik maupun
non-peserta didik. Sebagai penggantinya, distribusi dilakukan lebih awal.
Sementara itu, Menkeu juga menyampaikan pada Senin (16/3)
bahwa masih terdapat ruang efisiensi anggaran dari program MBG yang mendapatkan
pagu Rp335 triliun.
Purbaya mengatakan MBG merupakan program yang baik lantaran
membantu banyak masyarakat, terutama kelompok kelas bawah. Hanya saja, menurut
dia, pelaksanaan program MBG masih bisa untuk lebih dioptimalkan.
"MBG akan diefisienkan, cara mereka belanjanya. Saya
pikir MBG itu program yang bagus karena nggak semuanya kaya. Hanya
pelaksanaannya dioptimalkan saja," ujar Purbaya
Saat ini, Menkeu juga tengah menyusun rencana efisiensi
anggaran sejumlah kementerian/lembaga sebagai salah satu upaya menjaga defisit
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 tetap di
bawah tiga persen. (Ant/p1)