Advertisement
Bandar Lampung (Pikiran Lampung) – Kiprah akademisi daerah kembali mencuri perhatian di tingkat global. Dosen Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya berhasil mengukir prestasi internasional setelah karya ilmiahnya lolos dalam forum bergengsi International Conference on AI Innovations and Industry (ICAIII) 2026.
Adalah Prof. Dr. Muhammad Said Hasibuan, S.Kom., M.Kom. bersama tim peneliti yang sukses memperoleh status accepted paper melalui karya berjudul “Technical and Market Feasibility Assessment of an AI-Enabled Digital Learning Platform for Vocational Education in Indonesia”. Paper tersebut diterima dengan Paper ID 118 usai melalui proses seleksi ketat oleh reviewer internasional.
Penelitian ini merupakan kolaborasi multidisiplin antara Fakultas Ilmu Komputer dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis IIB Darmajaya. Sejumlah peneliti turut terlibat, di antaranya Dr. Sri Lestari, S.Kom., M.Cs.; Dr. Winda Lestari, S.E., M.M.; Dr. Novita Sari, S.Sos., M.M.; Melda Agarina, S.Kom., M.T.I.; serta Anggawidia Wibaselppa, S.E., M.M.
Dalam riset tersebut, tim mengkaji kelayakan teknis dan pasar dari platform pembelajaran digital berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama DigiLearn. Platform ini dirancang untuk mendukung pendidikan vokasi di Indonesia melalui pendekatan pembelajaran berbasis kompetensi, sistem micro-credential, serta integrasi teknologi AI dalam proses belajar.
Prof. Said Hasibuan menjelaskan, hasil penelitian menunjukkan bahwa DigiLearn telah mencapai Technology Readiness Level (TRL) 6, yang menandakan sistem telah tervalidasi dan siap diuji di lingkungan operasional nyata. Namun dari sisi pasar, platform ini masih berada pada Market Readiness Level (MRL) 3, sehingga memerlukan penguatan strategi komersialisasi dan peningkatan adopsi pengguna.
“Temuan ini menunjukkan bahwa secara teknologi Indonesia sudah siap mengembangkan platform pembelajaran berbasis AI. Namun, perlu didorong dengan strategi bisnis yang kuat serta kolaborasi industri agar implementasinya bisa lebih luas,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).
Capaian tersebut menjadi bukti komitmen IIB Darmajaya dalam mendukung transformasi digital pendidikan di Indonesia, khususnya dalam pengembangan ekosistem pembelajaran berbasis kecerdasan buatan yang adaptif terhadap kebutuhan industri.
Konferensi ICAIII 2026 sendiri menjadi wadah strategis bagi akademisi dan praktisi dari berbagai negara untuk berbagi inovasi di bidang Artificial Intelligence dan teknologi masa depan. Dengan diterimanya paper ini, kontribusi IIB Darmajaya diharapkan semakin memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan riset AI di tingkat global, sekaligus memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan vokasi di tanah air.(*)