lisensi

Minggu, 15 Maret 2026, Maret 15, 2026 WIB
Last Updated 2026-03-15T10:11:23Z
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal

Gubernur Lampung Dorong HIPMI Kembangkan Hilirisasi Komoditas Unggulan Daerah

Advertisement

 


Bandar Lampung (Pikiran Lampung) - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong para pengusaha muda yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) untuk mengambil peran strategis dalam mengembangkan potensi ekonomi daerah, khususnya melalui hilirisasi berbagai komoditas unggulan Lampung.


Hal tersebut disampaikan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal saat menghadiri pertemuan bersama Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI Provinsi Lampung di Bandarlampung, Sabtu (14/3/2026).


Dalam kesempatan tersebut, Gubernur yang akrab disapa Mirza itu menyampaikan bahwa kondisi ekonomi Lampung saat ini memiliki prospek yang cukup baik. Menurutnya, momentum tersebut perlu dimanfaatkan oleh para pengusaha muda untuk menciptakan berbagai peluang usaha baru.



Ia menjelaskan bahwa salah satu kekuatan utama HIPMI terletak pada jaringan anggotanya yang tersebar di berbagai daerah, sehingga memiliki kemampuan untuk melihat dan memanfaatkan potensi komoditas di wilayah masing-masing.


“Sebagai gubernur saya bisa melihat secara helicopter view. Tetapi HIPMI adalah organisasi yang anggotanya tersebar di seluruh daerah, sehingga bisa melihat potensi komoditas di wilayahnya masing-masing dan menjadikannya peluang usaha,” ujar Mirza.


Gubernur Mirza mengungkapkan bahwa di Provinsi Lampung masih terdapat potensi komoditas dengan nilai lebih dari Rp100 triliun yang belum diolah secara optimal melalui proses hilirisasi.


Ia mencontohkan komoditas pisang yang selama ini dibeli dari petani sekitar Rp7.000 per kilogram, namun dapat memiliki nilai jual jauh lebih tinggi setelah diolah menjadi produk turunan seperti keripik pisang.

“Kalau sudah diolah, nilainya bisa jauh meningkat. Artinya ada nilai tambah yang besar dari proses hilirisasi ini,” jelasnya.


Menurut Mirza, hilirisasi komoditas menjadi salah satu kunci penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Lampung hingga mencapai angka di atas delapan persen. Hal tersebut membutuhkan tidak hanya ketersediaan bahan baku, tetapi juga kreativitas serta inovasi dari para pelaku usaha.


Ia juga menilai Lampung memiliki keunggulan dari sisi geografis karena letaknya yang dekat dengan Pulau Jawa sebagai pasar terbesar di Indonesia yang menyumbang lebih dari 60 persen konsumsi nasional.


Meski demikian, Mirza menyoroti masih banyak komoditas asal Lampung yang justru diolah di daerah lain sebelum kembali dipasarkan di Lampung, seperti kopi dan cokelat.

“Yang membedakan sebenarnya bukan teknologinya, karena teknologinya sering kali sederhana. Yang paling penting adalah kreativitas dan inovasi para pengusaha,” tambahnya.


Sementara itu, Ketua BPD HIPMI Provinsi Lampung Gilang Ramadhan menyatakan bahwa organisasinya terus berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Lampung dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.


Ia menuturkan bahwa semangat kebersamaan dan persaudaraan menjadi fondasi utama dalam perjalanan HIPMI dalam membangun dunia usaha di Lampung.

Menurut Gilang, berbagai peluang usaha yang ada saat ini tengah dirumuskan oleh HIPMI untuk dapat dikembangkan oleh para anggotanya.


Selain itu, HIPMI Lampung juga terlibat dalam sejumlah peluang kerja sama strategis, termasuk dukungan terhadap rencana pengembangan penerbangan internasional dari Lampung yang diharapkan dapat membuka akses perjalanan umrah langsung dari daerah tersebut.


Gilang menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan pengusaha muda menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem usaha yang kuat di Lampung.

“Kami berkomitmen membawa berbagai peluang dan insight yang diberikan pemerintah untuk dikembangkan bersama anggota HIPMI, sehingga dapat memberikan manfaat nyata bagi perekonomian daerah,” ujarnya.(*)