lisensi

Kamis, 12 Maret 2026, Maret 12, 2026 WIB
Last Updated 2026-03-12T13:46:24Z
EkonomiLampung

Gubernur Mirza Buka Musrenbang RKPD Pringsewu 2027, Dorong Kemandirian Ekonomi Lokal

Advertisement



 PRINGSEWU  (Pikiran Lampung)— Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Pringsewu Tahun 2027 yang digelar di Aula Utama Kantor Bupati Pringsewu, Kamis (12/3/2026).


Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas, Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila, unsur Forkopimda Pringsewu, para camat, lurah, kepala desa, organisasi kemasyarakatan, serta tokoh masyarakat.


Pada Musrenbang yang mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Berkualitas melalui Produktivitas, Investasi, dan Industri Berbasis Peningkatan Kualitas SDM dan Kemandirian Ekonomi Lokal”, Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas menyampaikan bahwa penyusunan RKPD ini merupakan upaya menyatukan visi dan misi pembangunan melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar arah pembangunan daerah dapat berjalan selaras.



Menurutnya, Musrenbang menjadi forum strategis untuk menyelaraskan program pembangunan daerah dengan prioritas pembangunan nasional maupun Provinsi Lampung.


Ia juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kabupaten Pringsewu, di antaranya laju pertumbuhan ekonomi tahun 2025 yang mencapai 5,44%, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 74,76, serta penurunan angka kemiskinan menjadi 7,60%.


Namun demikian, masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi, antara lain kondisi infrastruktur jalan yang rusak, keterbatasan pembiayaan daerah, peningkatan angka pengangguran, kenaikan angka stunting, serta masih adanya kemiskinan ekstrem.



Untuk itu, pada tahun 2027 Pemerintah Kabupaten Pringsewu akan memfokuskan pembangunan pada peningkatan produktivitas sumber daya manusia, penguatan investasi dan ekonomi lokal, pembangunan infrastruktur, serta perbaikan tata kelola pemerintahan.


“Kami optimistis berbagai target tersebut dapat dicapai apabila seluruh elemen masyarakat dapat bersinergi dan bekerja bersama,” ujarnya.


Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Pringsewu atas penyelenggaraan Musrenbang RKPD 2027 sebagai forum penting dalam perencanaan pembangunan daerah.


Menurutnya, perencanaan pembangunan di tingkat daerah memiliki peran strategis sebagai pondasi menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045.


“Fondasi pembangunan itu ada di daerah, bahkan sampai di desa-desa. Ketika kabupaten mampu merancang program pembangunan yang baik, maka itu akan menjadi fondasi bagi Indonesia Emas 2045,” ujarnya.


Ia menegaskan bahwa penyusunan RKPD harus dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan sehingga mampu menghasilkan program pembangunan yang benar-benar berdampak bagi masyarakat.


“RKPD bukan hanya formalitas administrasi. Yang kita inginkan adalah program pembangunan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.


Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga mendorong penguatan hilirisasi komoditas untuk meningkatkan nilai tambah produk daerah dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan.


“Pertumbuhan ekonomi yang kita inginkan bukan hanya karena naiknya harga komoditas, tetapi karena adanya hilirisasi yang mampu meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat,” katanya.


Selain itu, pada tahun 2026 Pemerintah Provinsi Lampung memfokuskan program pembangunan di Kabupaten Pringsewu pada penanganan jalan provinsi. Pembangunan tersebut diharapkan dapat meningkatkan konektivitas wilayah dan memperkuat posisi Pringsewu sebagai daerah penghubung bagi kabupaten di sekitarnya.


Ia juga menekankan pentingnya optimalisasi potensi lokal sebagai fondasi utama pembangunan daerah melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan struktur ekonomi daerah, serta percepatan pembangunan infrastruktur.


Di akhir sambutannya, Gubernur berharap forum Musrenbang ini dapat menghasilkan keputusan yang konkret dan menjadi pijakan penting dalam menghadirkan pembangunan yang nyata, adil, dan berkelanjutan bagi masyarakat Kabupaten Pringsewu dan Provinsi Lampung.


“​Mari kita buktikan bahwa perencanaan yang kita susun hari ini adalah pijakan pokok untuk menghadirkan pembangunan yang nyata, adil, dan berkelanjutan bagi masyarakat Pringsewu dan Provinsi Lampung,” tutupnya. (Alung)