Advertisement
Bandarlampung (Pikiran Lampung)-Gubernur Lampung Rahmad Mirzani Djausal menghadiri Perayaan Imlek Bersama dan Festival Cap Go Meh. Acara ini dipusatkan di Mahan Agung, rumah dinas Gubernur Lampung.
Hadir dalam acara itu, Sekda Provinsi Lampung Marindo
Kurniawan, Ketua DPRD Lampung Ahmad Giri Akbar, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI
Ujang Darwis, serta unsur Forkopimda. Tampak juga Wali Kota Bandar Lampung Eva
Dwiana, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Lampung, serta ribuan masyarakat
Tionghoa.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyebut perayaan
imlek dan Cap Go Meh 2577 menjadi momentum memperkuat persaudaraan dan
kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat di Lampung. Dalam sambutannya,
Mirza mengajak seluruh masyarakat bersyukur karena dapat berkumpul merayakan
Imlek dan Cap Go Meh di suasana penuh persaudaraan.
“Ini malam yang istimewa karena tahun ini perayaan imlek
dan Cap Go Meh juga bertepatan dengan bulan suci Ramadan. Satu adalah perayaan
budaya yang penuh sukacita, sementara satu lagi bulan suci yang penuh doa dan
ketenangan,” ujarnya.
Menurut Mirza, kedua perayaan itu memiliki pesan yang
sama. Yakni tentang kebaikan, harapan, keberkahan, serta persatuan bagi seluruh
umat manusia.Ia menilai Lampung merupakan daerah yang istimewa karena mampu
menjaga kerukunan di tengah keberagaman suku dan agama.Berita Daerah Lampung
“Lampung dikenal sebagai Sang Bumi Ruwa Jurai. Penduduk
Lampung sekitar 9,5 juta orang, tetapi masyarakat asli Lampung hanya sekitar 16
persen. Artinya hampir semua suku di Indonesia ada di sini,” katanya.
Mirza mengatakan keberagaman ini justru menjadi kekuatan
karena masyarakat dapat hidup berdampingan dan saling menghormati selama
puluhan bahkan ratusan tahun. Menurutnya, masyarakat dari berbagai suku yang
tinggal di Lampung pada akhirnya merasa Lampung sebagai tanah kelahiran dan
tempat berjuang.
“Orang Tionghoa
yang tinggal di Lampung ketika di luar daerah akan mengatakan dirinya orang
Lampung. Begitu juga orang Bali, Jawa dan suku lainnya. Semua merasa Lampung
adalah tanah air mereka,” ujarnya.
Ia juga menyoroti peran masyarakat Tionghoa yang telah
lama menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah Provinsi Lampung. Menurut
Mirza, kontribusi masyarakat Tionghoa sangat besar dalam berbagai sektor, mulai
dari perdagangan, ekonomi, budaya hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Masyarakat Tionghoa selalu hadir membantu ketika ada
kesulitan, bencana, atau kebutuhan masyarakat. Ini menunjukkan bahwa perayaan
imlek bukan hanya milik satu komunitas, tetapi menjadi perayaan kebersamaan
masyarakat Lampung,” katanya.
Dalam kesempatan itu Mirza juga menyinggung pentingnya
peran pengusaha lokal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Ia menilai
pengusaha yang berasal dan tinggal di Lampung cenderung akan mengembangkan
usahanya kembali di daerah tersebut sehingga memberikan dampak ekonomi yang
lebih luas.
“Kalau pengusahanya dari Lampung, maka uangnya akan
berputar di Lampung. Mereka menyimpan uang di bank di Lampung, mempekerjakan
masyarakat Lampung, dan membelanjakan uangnya di Lampung,” ujarnya.
Mirza pun mengajak para pengusaha, termasuk dari kalangan
masyarakat Tionghoa dan organisasi PSMTI Lampung untuk terus berkolaborasi dengan
pemerintah dalam memajukan perekonomian daerah.
“Manusia bisa berbeda bahasa dan keyakinan, tetapi kita
memiliki satu kesamaan, yaitu hati yang sama untuk menyebarkan kebaikan,”
pungkasnya.
Acara ini juga dilengkapi dengan santunan kepada anak
yatim, pertunjukan rebana, tari adat Lampung dan Tionghoa serta pertunjukan
barongsai.
Dalam sambutannya, Ketua PSMTI Lampung Periode 2025–2029,
Christian Chandra, S.H., M.H.,
menjelaskan, Festival Cap Go Meh merupakan rangkaian perayaan Tahun Baru
Imlek yang diperingati pada hari ke-15 setelah Imlek. Tahun Baru Imlek kali ini
berada pada Tahun Kuda Api yang memiliki makna simbolis yang kuat. Menurutnya,
kuda melambangkan kecepatan, kekuatan, dan ketekunan. Sementara unsur api
menggambarkan semangat serta energi yang besar.
“Karena itu Tahun Kuda Api dipercaya membawa energi yang
kuat, keberanian, serta peluang keberuntungan bagi mereka yang berani mengambil
risiko dan bertindak dengan penuh semangat,” katanya sebagaimana dilansir dari
tribunlampung.co.id.
Christian Chandra menilai perayaan imlek dan Cap Go Meh
menjadi momentum penting mempererat persaudaraan dan kebersamaan di tengah
masyarakat. Ia juga mengutip pesan
Christian Chandra pun menyampaikan terima kasih kepada
para tamu undangan yang hadir, termasuk Gubernur Lampung, unsur Forkopimda,
tokoh lintas agama, serta seluruh masyarakat yang ikut merayakan. (**)