lisensi

Sabtu, 07 Maret 2026, Maret 07, 2026 WIB
Last Updated 2026-03-08T02:46:55Z
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal

Gubernur Mirza Tinjau Lokasi Banjir di Bandar Lampung dan Jati Agung

Advertisement

 


Bandar Lampung (Pikiran Lampung) -  Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal turun langsung meninjau sejumlah wilayah yang terdampak banjir di Provinsi Lampung pada Jumat (6/3/2026) malam. Peninjauan dilakukan di Gedung Harapan, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, serta di Way Dadi, Kecamatan Sukarame, Kota Bandar Lampung.


Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi warga yang terdampak sekaligus melihat langsung situasi di lapangan setelah banjir merendam sejumlah kawasan permukiman dan jalan utama.


Banjir terjadi setelah hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Bandar Lampung dan sekitarnya selama sekitar dua jam pada Jumat sore. Akibatnya, air meluap dan menggenangi berbagai wilayah dengan ketinggian di beberapa titik mencapai setinggi pinggang orang dewasa. Data sementara mencatat terdapat sekitar 38 titik banjir di Kota Bandar Lampung.


Sejumlah kecamatan yang terdampak antara lain Sukarame, Rajabasa, Kedaton, Kedamaian, Telukbetung, Tanjung Senang, dan Tanjungkarang Timur. Selain itu, banjir juga melanda Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan. Bahkan, beberapa warga sempat terjebak di dalam rumah dan harus dievakuasi oleh tim gabungan.


Di lokasi peninjauan, Gubernur Mirza menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang terjadi serta memastikan pemerintah hadir untuk membantu masyarakat yang terdampak.

“Kami sangat prihatin atas musibah banjir yang dialami masyarakat. Pemerintah Provinsi Lampung akan terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, BPBD, serta unsur terkait untuk memastikan penanganan darurat berjalan cepat dan masyarakat bisa segera tertangani,” ujar Mirza.


Ia juga menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana tersebut.

“Saat ini yang terpenting adalah keselamatan warga. Tim di lapangan masih terus melakukan evakuasi dan membantu masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.


Hingga malam hari, tim gabungan yang terdiri dari unsur SAR, TNI, Polri, pemadam kebakaran, serta relawan masih melakukan proses evakuasi di sejumlah lokasi terdampak. Sementara itu, BMKG Lampung juga telah mengeluarkan peringatan potensi hujan lebat pada 6–8 Maret yang berpotensi menimbulkan dampak hidrometeorologi di beberapa wilayah.


Pemerintah berharap kondisi segera pulih dan masyarakat yang terdampak dapat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan, sembari memastikan penanganan darurat terus berjalan di lapangan.(bila)