lisensi

Senin, 23 Maret 2026, Maret 23, 2026 WIB
Last Updated 2026-03-23T16:16:40Z
Idul Fitri 2026Info Mudik TerkiniTerminal RajaBasa Lampung

Hadapi Arus Balik Lebaran 2026, Terminal Rajabasa Tambah Ruang Tunggu dan Pastikan Kenyamanan Penumpang

Advertisement

 


Bandarlampung (Pikiran Lampung)- Cukup panjangnya waktu libur Lebaran 2026 diperediksi berimbas kepada puncak arus balik.

 

Dimana, Pengelola Terminal Tipe A Rajabasa mengatakan bahwa puncak arus balik di Lebaran 2026 dari Sumatera ke Jawa diprediksi pada 26 Maret 2025.

 

"Kami memperkirakan puncak arus balik di Terminal Rajabasa pada 26 Maret. Di tanggal itu kemungkinan akan ada peningkatan signifikan untuk arus balik," kata Kepala Terminal Rajabasa Budi Hartanto, di Bandarlampung, Senin (23/3/2026).

 

Ia memastikan pergerakan pemilir pada arus balik di Terminal Rajabasa dapat terlihat mulai 24 Maret, di mana biasanya ada penumpang yang memulai perjalanan lebih awal menuju Pulau Jawa.

 

"Di tanggal 24 Maret pergerakan pemilir sudah bisa terlihat dengan puncaknya kami perkirakan di tanggal 26 Maret," ujarnya.

 

Ia mengatakan, guna menghadapi arus balik Terminal Rajabasa telah melakukan berbagai persiapan guna mengantisipasi lonjakan penumpang, khususnya dari wilayah Sumatera yang akan kembali ke Pulau Jawa.

 

“Untuk mendukung kelancaran arus balik, kami telah menyiapkan fasilitas yang lebih memadai, termasuk penambahan kapasitas ruang tunggu bagi penumpang," kata dia.

 

 

 

Selain itu, lanjut dia, peningkatan layanan juga dilakukan melalui kebersihan toilet dan area tunggu agar tetap nyaman bagi masyarakat atau pemilir yang menunggu kedatangannya bus di Terminal Rajabasa.

 

"Dari sisi keamanan, kami telah memasang sebanyak 14 titik kamera pengawas (CCTV) yang tersebar di seluruh area terminal. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan ketertiban selama periode arus balik," kata dia.

 

Ia juga mengatakan bahwa pengamanan di Terminal Rajabasa diperkuat dengan penambahan 12 personel yang disiagakan untuk bertugas setiap hari menjaga operasional tetap berjalan kondusif.

 

"Kami juga telah melakukan koordinasi lintas instansi melalui pembentukan posko terpadu di area terminal. Posko ini melibatkan berbagai unsur, seperti Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Dinas Kesehatan, serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)," kata dia.(ant/p1)