lisensi

Kamis, 26 Maret 2026, Maret 26, 2026 WIB
Last Updated 2026-03-26T08:24:33Z
Libur Idul Fitri 1447 H

Istana Pagaruyung, Destinasi Wisata Budaya Favorit di Libur Idul Fitri 1447 H

Advertisement

 


Sumatera Barat (Pikiran Lampung) – Istana Pagaruyung menjadi salah satu destinasi wisata budaya yang ramai dikunjungi wisatawan selama libur Idul Fitri 1447 Hijriah. Lonjakan pengunjung terlihat pada Kamis (26/3/2026), menandakan tingginya minat masyarakat terhadap objek wisata sarat nilai sejarah dan budaya tersebut.


Terletak di Nagari Pagaruyung, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar, destinasi ini dikenal dengan keindahan arsitektur rumah gadang khas Minangkabau yang megah serta jejak sejarah Kerajaan Pagaruyung. Tak heran, kawasan ini selalu menjadi tujuan favorit wisatawan, baik lokal maupun luar daerah.


Salah satu pengunjung, Atin, wisatawan asal Lampung, mengaku baru pertama kali mengunjungi Istana Pagaruyung. Ia mengaku terkesan dengan kemegahan bangunan serta panorama alam di sekitarnya.



“Bangunannya sangat megah dan unik. Saya juga jadi tahu lebih banyak tentang sejarah Kerajaan Pagaruyung. Selain itu, kuliner di sini juga enak dan khas,” ujarnya.


Istana Pagaruyung atau dalam adat Minangkabau disebut Istano Basa Pagaruyung merupakan museum berupa replika istana Kerajaan Pagaruyung. Lokasinya berjarak sekitar lima kilometer dari pusat Kota Batusangkar dan menjadi ikon wisata budaya di Sumatera Barat.


Secara historis, Istano Basa yang berdiri saat ini merupakan bangunan replika. Istana asli yang berada di Bukit Batu Patah pernah dibakar habis pada tahun 1804 saat peristiwa Perang Padri. Istana tersebut sempat dibangun kembali, namun kembali mengalami kebakaran pada 1966.


Musibah serupa kembali terjadi pada 27 Februari 2007, ketika bangunan istana dilalap api akibat sambaran petir di bagian puncak. Kebakaran tersebut turut menghanguskan berbagai dokumen dan kain hiasan, dengan hanya sekitar 15 persen benda berharga yang berhasil diselamatkan.


Saat ini, benda-benda yang tersisa disimpan di Balai Benda Purbakala Kabupaten Tanah Datar, sementara harta pusaka Kerajaan Pagaruyung disimpan di Istano Silinduang Bulan yang berjarak sekitar dua kilometer dari lokasi utama.


Pembangunan kembali Istana Pagaruyung memakan waktu sekitar enam tahun dan akhirnya diresmikan pada Oktober 2013 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sejak saat itu, istana ini kembali menjadi magnet wisata budaya yang terus menarik minat pengunjung, khususnya pada momen libur panjang seperti Idul Fitri.(Dinal)