Advertisement
Los Angeles (Pikiran Lampung)- Gaya kepemimpinan Presiden
Donal Trump yang dinilai sangat arogan mulai membuat Rakyat Amerika Serikat
Muak.
Yang memantik demo besar –besaran dari warga negeri paman
Sam tersebut. Dimana, Jutaan warga Amerika Serikat lancarkan protes anti-Trump
"No Kings"
Yang meletus di seluruh Amerika Serikat (AS), para aktivis
dan politisi menyerukan kepada para pemilih untuk menolak kampanye militer
presiden AS di luar negeri.
Perang yang
dilancarkan AS dan Israel di Iran telah mengguncang Timur Tengah serta
mengganggu ekonomi dunia.
Senator Bernie Sanders naik panggung di rapat umum utama "No Kings" di St. Paul, Minnesota, berjanji mengalahkan permintaan Trump untuk tambahan USD200 miliar dalam pengeluaran militer untuk perang AS-Israel di Iran.
“Mari kita jujur. Rakyat Amerika telah dibohongi tentang
perang di Vietnam, kita dibohongi tentang perang di Irak, dan kita dibohongi
hari ini tentang perang di Iran,” kata Sanders, seorang tokoh Partai Demokrat
progresif. Sanders mengingatkan massa bahwa Trump telah berkampanye untuk
pemilihan kembali dengan menjanjikan tidak akan ada lagi "perang
abadi". “Perang ini merupakan pelanggaran hukum internasional,” lanjutnya.
“Satu negara berdaulat tidak dapat begitu saja menyerang negara berdaulat lain
dengan alasan apa pun yang dipilihnya.
Sementara itu, Polisi mengeluarkan perintah pembubaran dan
melakukan penangkapan beberapa jam setelah ribuan orang berkumpul untuk
demonstrasi besar-besaran 'No Kings' di pusat kota Los Angeles (LA), Amerika
Serikat. Polisi juga sempat menggunakan gas air mata.
Dilansir NBC dan Associated Press, Minggu (29/3/2026),
Departemen Kepolisian Los Angeles berada dalam Siaga Taktis pada Sabtu (28/3)
malam. Polisi setempat memblokir jalan dan menangkap orang-orang yang menolak
untuk bubar.
Setelah unjuk rasa dan pawai damai berakhir, kekacauan
terjadi di luar Pusat Penahanan Federal. Lokasi ini merupakan tempat banyak
bentrokan antara pengunjuk rasa dan agen federal terjadi sejak dimulainya
penindakan imigrasi pemerintahan Trump tahun lalu.
Untuk mengantisipasi kerumunan, kru Caltrans pada Jumat
(27/3) telah memasang gerbang keamanan di sepanjang jalan masuk dan keluar
menuju Jalan Tol 101 di pusat kota. Selama protes 'No Kings' sebelumnya di
pusat kota Los Angeles, beberapa peserta pindah ke jalur jalan tol dan
memblokir lalu lintas.
Di seluruh negeri, penyelenggara 'No Kings' mengklaim hari
Sabtu sebagai 'protes tanpa kekerasan satu hari terbesar dalam sejarah Amerika
modern'. Mereka mengatakan setidaknya 8 juta orang berkumpul di lebih dari
3.300 acara di seluruh 50 negara bagian dan hampir setiap benua.
Aksi protes dijadwalkan di berbagai kota di California
Selatan, tetapi yang terbesar diadakan di Gloria Molina Grand Park, di seberang
Balai Kota, di pusat kota Los Angeles.
Selain itu, Departemen Kepolisian Denver mengatakan di
platform media sosial X bahwa mereka menyatakan demonstrasi tersebut sebagai
pertemuan ilegal. Mereka melepaskan tabung asap usai sekelompok kecil
demonstran memblokir jalan dan tidak bubar seperti yang diminta.
Beberapa orang kemudian melemparkan tabung asap kembali ke
petugas. Setidaknya, sembilan orang ditangkap, termasuk karena mereka melempar
benda-benda ke polisi.(Sindo/Detik/PL)