lisensi

Rabu, 04 Maret 2026, Maret 04, 2026 WIB
Last Updated 2026-03-05T05:34:06Z
PendidikanUniversitas Bandar Lampung

Mahasiswa UBL Presentasikan Riset Kota Berkelanjutan di Konferensi Internasional Jepang

Advertisement



Bandar Lampung (Pikiran Lampung) - Mahasiswa dari Universitas Bandar Lampung (UBL) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional dengan mempresentasikan hasil riset tentang pembangunan kota berkelanjutan dan desain rendah karbon dalam ajang International Conference of Asian Institute of Low Carbon Design 2026.


Konferensi ilmiah tersebut berlangsung pada 27 Februari hingga 1 Maret 2026 di The University of Kitakyushu, Jepang. Kegiatan ini mempertemukan mahasiswa dan peneliti dari berbagai negara Asia untuk berdiskusi serta berbagi gagasan terkait inovasi desain perkotaan yang ramah lingkungan.


Peserta konferensi berasal dari sejumlah negara seperti Indonesia, Vietnam, China, Thailand, dan Jepang. Mereka mempresentasikan berbagai penelitian yang berkaitan dengan pengembangan kota berkelanjutan serta strategi menghadapi tantangan perubahan iklim di kawasan Asia.


Pada konferensi tahun ini, panitia mengangkat tema “1925: Art Deco + 2025: AI Deco = 2125: A? Deco — Shaping the Next Age of Beauty, Technology and Urban Life.” Tema tersebut menyoroti hubungan antara optimisme teknologi pada era Art Deco dengan perkembangan desain masa depan yang didukung teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).


Dalam forum tersebut, enam mahasiswa UBL mempresentasikan hasil penelitian yang mengangkat berbagai persoalan perkotaan, mulai dari pengelolaan banjir, pengembangan fasilitas kesehatan berkelanjutan, hingga peningkatan kualitas infrastruktur publik di kawasan perkotaan.


Enam mahasiswa yang terlibat dalam presentasi tersebut adalah Rafa Alzena, Marsya Dinda Salsabila, Shanaz Rizkyna, Fauzan Bima Wicaksana, Rani Octavia, dan Feri Anggoro. Penelitian mereka mencakup strategi desain rumah sakit berbasis simulasi berkelanjutan, rekayasa lanskap perkotaan untuk mitigasi banjir, model hunian berkelanjutan di kawasan permukiman informal, serta analisis standar trotoar di Kota Bandar Lampung.


Berbagai topik penelitian tersebut dinilai relevan dengan tantangan pembangunan kota di Indonesia, khususnya dalam menghadapi meningkatnya risiko banjir, kebutuhan akan infrastruktur ramah lingkungan, serta pentingnya desain kota yang adaptif terhadap perubahan iklim.


Rektor Universitas Bandar Lampung, M. Yusuf S. Barusman, menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam forum ilmiah internasional merupakan bagian dari komitmen kampus untuk mendorong lahirnya riset yang berdampak bagi masyarakat.


“UBL terus mendorong mahasiswa untuk menghasilkan riset yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memberikan solusi nyata bagi masyarakat. Kehadiran mahasiswa kami di forum internasional ini menunjukkan bahwa gagasan anak bangsa dapat berkontribusi dalam diskursus global mengenai pembangunan kota yang berkelanjutan,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).


Ia menambahkan, pengalaman akademik di forum internasional juga membuka peluang kolaborasi lintas negara yang penting bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi di masa depan.


Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa UBL juga berdiskusi dan bertukar gagasan dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi internasional, termasuk dari Qingdao University of Technology, China. Partisipasi tersebut diharapkan dapat memperluas jejaring akademik internasional sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi Indonesia dalam menghasilkan inovasi bagi pembangunan kota yang lebih berkelanjutan.(*)