Advertisement
Lampung Selatan (Pikiran Lampung) – Arus penyeberangan menjelang Lebaran 2026 di Pelabuhan Bakauheni masih terpantau lancar dan belum menunjukkan lonjakan signifikan. Meski demikian, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni telah memprediksi puncak arus mudik dari Pulau Jawa menuju Sumatra akan terjadi dalam waktu dekat.
General Manager ASDP Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, menyebutkan puncak arus mudik diperkirakan berlangsung pada 18 hingga 19 Maret 2026. Sementara itu, arus balik diprediksi terjadi pada 27, 28, dan 29 Maret 2026 seiring masyarakat kembali beraktivitas.
“Untuk saat ini kondisi arus masih relatif landai dan berjalan normal tanpa lonjakan berarti,” ujar Partogi, Rabu (18/3/2026).
Ia menjelaskan, pola pergerakan penumpang di lintasan Bakauheni–Merak umumnya mengalami lonjakan lebih tinggi saat arus balik, yakni dari Sumatra menuju Pulau Jawa. Sedangkan pada fase awal mudik, peningkatan kendaraan lebih didominasi dari arah Jawa ke Sumatra.
Menurutnya, kelancaran operasional penyeberangan saat ini juga didukung kondisi cuaca yang bersahabat serta kesiapan armada kapal yang beroperasi secara optimal.
Dalam mengantisipasi lonjakan penumpang dan kendaraan, ASDP telah menyiapkan tujuh dermaga di Pelabuhan Bakauheni yang seluruhnya siap digunakan. Selain itu, pelabuhan penunjang seperti Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ) dan Pelabuhan Wika Beton turut dioptimalkan dan beroperasi normal.
“Seluruh dermaga dalam kondisi siap. Bahkan dermaga 3 dan 6 dapat difungsikan secara situasional sebagai terminal bongkar muat untuk membantu mengurai kepadatan,” jelasnya.
ASDP juga menyiapkan sejumlah pelabuhan alternatif, termasuk Pelabuhan SMA, sebagai langkah antisipasi jika terjadi lonjakan trafik. Namun, pengoperasiannya masih menyesuaikan kondisi di lapangan.
“Untuk saat ini, yang dioptimalkan masih Wika Beton dan BBJ karena arus masih terkendali,” tambahnya.
Dari sisi keamanan, ASDP memastikan telah berkoordinasi dengan aparat gabungan TNI dan Polri guna menjamin kelancaran serta keselamatan pemudik. Sejumlah posko pengamanan juga telah disiagakan di kawasan pelabuhan.
Selain itu, lebih dari 200 unit kamera pengawas (CCTV) dioperasikan untuk memantau aktivitas di seluruh area pelabuhan.
“Pengamanan dilakukan bersama TNI-Polri dan didukung personel tambahan. Kami juga mengandalkan CCTV untuk memastikan pelayanan penyeberangan tetap aman dan lancar selama periode mudik,” pungkasnya.(mario)