lisensi

Sabtu, 14 Maret 2026, Maret 14, 2026 WIB
Last Updated 2026-03-14T12:47:21Z
Anggota MPR RI Irham Jafar Lan Putra

Nilai Kebangsaan Dinilai Mulai Luntur, Irham Jafar Ajak Masyarakat Perkuat Empat Pilar

Advertisement

 


Lampung Utara (Pikiran Lampung) – Anggota MPR RI Irham Jafar Lan Putra menilai nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat saat ini mulai mengalami pergeseran. Hal itu terlihat dari sikap dan perilaku sebagian masyarakat yang dinilai tidak lagi mencerminkan semangat gotong royong serta keadaban yang menjadi ciri masyarakat berlandaskan Pancasila.


Hal tersebut disampaikan Irham Jafar saat menggelar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang meliputi UUD 1945, Pancasila, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika di Rumah Aspirasi Irham Jafar, Kelurahan Kotabumi Tengah, Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, pada 12 Maret lalu.


Kegiatan sosialisasi itu turut dihadiri Pasiter Kodim 0412/Lampung Utara Kapt. Inf. Ali Sutato, Lurah Kotabumi Tengah Shodri Achmad, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat. Dalam pemaparannya, Irham menjelaskan bahwa perubahan nilai yang terjadi di masyarakat tidak terlepas dari perkembangan teknologi yang sangat pesat, terutama dalam penggunaan media sosial.


Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum bijak dalam memanfaatkan media sosial sehingga mudah menerima dan menyebarkan informasi yang belum tentu benar.

“Sayangnya banyak orang tidak bijak dalam menggunakan media sosial. Misalnya, main terima mentah-mentah informasi yang belum pasti kebenarannya,” ujar Irham.


Ia menegaskan, karena itulah nilai-nilai kebangsaan yang terkandung dalam Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika harus terus disosialisasikan agar kembali dipahami dan diimplementasikan dalam kehidupan masyarakat.


Sementara itu, Pasiter Kodim 0412/Lampung Utara Kapt. Inf. Ali Sutato yang juga menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut turut mengamini pernyataan Irham Jafar.

Menurutnya, perbedaan sikap generasi saat ini dengan generasi sebelumnya cukup terlihat, terutama dalam hal sopan santun.

“Sopan-santun anak sekarang berbeda dengan anak zaman dulu,” kata Ali Sutato.


Ia menilai salah satu penyebabnya adalah tidak lagi diajarkannya mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) dan budi pekerti di sekolah, mulai dari tingkat SD hingga SMA.

Kondisi tersebut, lanjutnya, berdampak pada berbagai persoalan sosial seperti melemahnya nasionalisme, maraknya praktik KKN, hingga meningkatnya ancaman radikalisme dan terorisme.

“Dampak-dampak buruk ini harus ditangkal. Salah satunya dengan menanamkan kembali nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat,” ujarnya. (Bams)