lisensi

Jumat, 20 Maret 2026, Maret 20, 2026 WIB
Last Updated 2026-03-20T10:52:40Z
Info Mudik 2026

Operasi Ketupat 2026 Catat Kecelakaan Arus Mudik Lebaran 2026 Naik 1,97 persen

Advertisement

 


Jakarta (Pikiran Lampung) - Arus mudik Lebaran 2026 diwarnai peningkatan angka kecelakaan lalu lintas di berbagai jalur utama. Meski jumlah kejadian mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya, kabar baiknya jumlah korban meninggal dunia justru tercatat menurun.


Berdasarkan data Kepolisian Republik Indonesia, angka kecelakaan selama mudik tahun ini naik sebesar  dibandingkan periode 2025. Data tersebut dihimpun dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 yang berlangsung selama enam hari, mulai 13 hingga 18 Maret 2026.


Selama periode tersebut, tercatat sebanyak 935 kasus kecelakaan terjadi di berbagai ruas jalan. Dari jumlah itu, korban meninggal dunia mencapai 106 orang. Informasi ini disampaikan melalui akun resmi Divisi Humas Polri.

“Dari 13-18 Maret 2026, tercatat 935 kasus dengan 106 korban meninggal dunia. Jadi, jangan cuma fokus cepat sampai ya, yang penting selamat sampai,” tulis keterangan resmi pada Jumat (20/3/2026).


Selain korban jiwa, tercatat 196 orang mengalami luka berat dan 1.554 lainnya luka ringan. Sementara itu, total kerugian materiil akibat kecelakaan mencapai Rp2,3 miliar.


Pihak kepolisian juga mengingatkan tingginya mobilitas masyarakat selama mudik harus diimbangi dengan kesadaran berlalu lintas. “Arus mudik yang semakin ramai membawa harapan untuk berkumpul bersama keluarga. Yuk, lebih hati-hati dan tetap taat aturan lalu lintas biar perjalanan tetap aman,” lanjutnya.


Peningkatan angka kecelakaan ini terjadi seiring melonjaknya volume kendaraan yang meninggalkan wilayah perkotaan. Hingga 18 Maret 2026 pukul 06.00 WIB, jumlah kendaraan keluar tercatat mencapai 732.129 unit, memicu kepadatan di sejumlah titik.


Kepadatan signifikan terjadi di ruas Tol Jakarta–Cikampek menuju Trans Jawa, di mana laju kendaraan melambat hingga 30–40 km/jam dan menyebabkan antrean panjang. Kondisi serupa juga terlihat di Jalur Lintas Timur Sumatra, khususnya kawasan Betung, akibat kombinasi jalan menanjak, kendaraan mogok, kecelakaan, serta keterbatasan lebar jalan.


Di jalur Denpasar–Gilimanuk, kemacetan parah terjadi sejak 14 hingga 18 Maret. Selain arus mudik, kondisi ini dipicu berbarengan dengan Hari Raya Nyepi serta terbatasnya kapasitas penyeberangan. Antrean kendaraan bahkan dilaporkan mencapai 25 hingga 30 kilometer.


Untuk mengurai kepadatan, rekayasa lalu lintas berupa sistem one way lokal sempat diterapkan dari KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung hingga KM 460 Tol Semarang–Solo. Namun kebijakan tersebut dihentikan pada Kamis (19/3/2026) pukul 21.00 WIB dan arus lalu lintas kembali normal dua arah dengan penerapan situasional sesuai diskresi petugas.


Polri kembali mengimbau para pemudik untuk mengutamakan keselamatan selama perjalanan. Pengendara diminta menjaga jarak aman, mematuhi batas kecepatan, memastikan kondisi kendaraan prima, serta mengikuti arahan petugas di lapangan.(*)