Advertisement
Lamsel (Pikiran Lampung) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan mulai mematangkan berbagai langkah strategis menghadapi lonjakan aktivitas masyarakat pada arus mudik dan libur Idulfitri 1447 Hijriah.
Salah satu langkah utama yang disiapkan adalah menghadirkan 15 posko kesehatan yang akan bersiaga selama 24 jam di sejumlah titik keramaian dan jalur strategis selama periode mudik Lebaran.
Kesiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi (rakor) bulanan yang dipimpin langsung oleh Radityo Egi Pratama di Aula Krakatau, Kantor Bupati Lampung Selatan, Rabu (11/3/2026).
Rakor itu turut dihadiri Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, Sekretaris Daerah Supriyanto, para pejabat utama pemerintah daerah, kepala perangkat daerah, serta para camat di lingkungan Pemkab Lampung Selatan.
Dalam arahannya, Bupati Egi menegaskan bahwa pelayanan publik harus tetap berjalan selama masa libur Lebaran, sehingga masyarakat tetap dapat mengakses layanan penting meskipun sebagian besar aktivitas perkantoran libur.
“Pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan meskipun sebagian besar aktivitas perkantoran libur,” tegas Egi.
Sebagai bagian dari kesiapan tersebut, Pemkab Lampung Selatan menyiapkan 15 posko kesehatan di berbagai lokasi strategis yang diprediksi akan ramai pemudik maupun wisatawan selama periode mudik dan libur Idulfitri.
Selain itu, seluruh rumah sakit dan puskesmas di Lampung Selatan juga diminta tetap mengoperasikan layanan darurat selama libur Lebaran, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyakit yang kerap muncul saat mobilitas masyarakat meningkat.
Bupati Egi juga menekankan pentingnya perhatian terhadap para petugas yang tetap bekerja selama masa libur Lebaran.
“Mereka bekerja saat yang lain libur. Karena itu perlu diperhatikan insentif, uang lembur, dan fasilitas tambahan sebagai bentuk apresiasi dari pemerintah,” ujarnya.
Di sisi lain, Pemkab Lampung Selatan juga memperkuat pengamanan dan ketertiban masyarakat, terutama di wilayah yang menjadi pusat aktivitas pemudik dan wisatawan seperti Kalianda, Bakauheni, serta kawasan destinasi wisata.
Bupati Egi menginstruksikan Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Perhubungan untuk memperkuat koordinasi dengan kepolisian guna menjaga kelancaran lalu lintas serta keamanan masyarakat selama periode mudik.
Tim siaga bencana juga diminta meningkatkan pemantauan terhadap potensi bencana di kawasan wisata selama masa libur Lebaran.
Dinas Pariwisata turut diinstruksikan menyiapkan pengelolaan destinasi wisata yang aman dan tertib dengan berkoordinasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Dinas Pemadam Kebakaran.
Selain fokus pada kesiapan mudik, Bupati Egi juga menyoroti ketahanan pangan dan stabilitas harga bahan pokok menjelang Idulfitri.
Ia meminta seluruh perangkat daerah bersama para camat turun langsung ke pasar untuk memantau harga kebutuhan pokok serta memastikan ketersediaan gas LPG bagi masyarakat.
“Saya minta perangkat daerah bersama camat turun langsung ke pasar. Pak Sekda agar mengatur jadwal pengecekan harga, dan nanti saya bersama Wakil Bupati juga akan turun ke lapangan bersama Forkopimda,” katanya.
Lebih lanjut, Egi menekankan bahwa setiap program kerja pemerintah daerah harus memiliki dampak nyata bagi masyarakat.
“Setiap pekerjaan yang kita lakukan harus memiliki output yang jelas, berdampak, dan berkelanjutan bagi masyarakat,” ujarnya.
Menutup arahannya, Egi mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah bekerja secara kolaboratif dan responsif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama menghadapi momentum Lebaran yang diperkirakan akan meningkatkan mobilitas warga.
“Saya yakin kunjungan ke Lampung Selatan pada Lebaran tahun ini akan meningkat. Oleh karena itu, pelayanan kepada masyarakat harus terus dijaga dan ditingkatkan,” ujar Egi. (Mario)