lisensi

Minggu, 08 Maret 2026, Maret 08, 2026 WIB
Last Updated 2026-03-12T09:04:13Z
Bandar Lampung

Pemkot Bandar Lampung Salurkan Bantuan Untuk Warga Terdampak Banjir Di Empat Kecamatan

Advertisement



Bandar Lampung (Pikiran Lampung) - Pemerintah Kota Bandarlampung menyalurkan bantuan kepada 1.202 warga yang terdampak banjir di sejumlah wilayah kota tersebut. Bantuan yang diberikan berupa beras serta uang tunai sebesar Rp1 juta bagi warga yang rumahnya terdampak langsung oleh bencana.


Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana mengatakan, warga penerima bantuan berasal dari empat kecamatan yang mengalami dampak banjir paling parah, yakni Kecamatan Rajabasa, Tanjung Senang, Sukarame, dan Sukabumi.


“Total warga terdampak bencana itu ada 1.202 dari empat kecamatan yang terparah dampak banjirnya yakni Rajabasa, Tanjung Senang, Sukarame dan Sukabumi,” kata Eva Dwiana Minggu, (08/03/2025).


Ia menjelaskan bahwa penyaluran bantuan tersebut merupakan langkah cepat pemerintah daerah dalam membantu masyarakat yang terdampak banjir. Meski demikian, pemerintah kota masih menunggu laporan tambahan dari pihak kecamatan terkait pendataan warga yang terdampak.


“Untuk saat ini bantuan kami fokuskan kepada warga yang rumahnya terdampak langsung oleh banjir. Sementara yang hanya terdampak di bagian luar masih terus kita data. Jika ditemukan warga yang belum terjangkau, bantuan akan kembali disalurkan,” ujarnya.


Eva juga menyampaikan bahwa dalam peristiwa banjir yang terjadi pada Jumat (6/3) terdapat korban jiwa, namun tidak ada laporan warga yang mengalami luka-luka. Penanganan di lapangan melibatkan tim gabungan dari pemerintah daerah, camat setempat, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).


Selain penanganan darurat, pemerintah kota juga terus melakukan perbaikan sistem drainase sebagai upaya mengurangi potensi banjir di masa mendatang.


“Namun penanganan secara menyeluruh membutuhkan keterlibatan pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) yang menangani infrastruktur sungai dan pengendalian banjir,” kata Eva.


Menurutnya, persoalan banjir di Bandarlampung juga berkaitan dengan aliran air dari wilayah sekitar seperti Kabupaten Pesawaran dan Lampung Selatan sehingga diperlukan koordinasi lintas wilayah.


“Kalau semua pihak turun bersama, terutama balai, insya Allah penanganannya bisa lebih maksimal,” ujarnya.(salsa)