Advertisement
Bandarlampung (Pikiran Lampung)- Gubernur Ramat Mrzani Djausal dengan dukungan penuh Sekdaprov Lampung, Marindo Kurniawan, terus bergerak nyata membangun untuk kesejateraan rakyat.
Dimana, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung berencana membangun
fasilitas pengering komoditas atau dryer di 500 desa sentra produksi melalui
pelaksanaan Program Desaku Maju.
"Melalui program Desaku Maju, Pemerintah Provinsi
Lampung merancang pembangunan pengering secara masif di 500 desa sentra
produksi," ujar Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, didampingi
Sekdaprov Marindo Kurniawan, Kamis (5/3).
Ia mengatakan, melalui adanya pembangunan pengering
tersebut, petani di daerahnya akan memiliki daya tawar lebih baik dan proses
hilirisasi akan terlaksana di desa.
"Sehingga pengolahan pakan ternak, produksi ayam,
hingga distribusi pangan semua berbasis di desa," katanya.
Ia menjelaskan hal tersebut menjadi salah satu upaya
pemerintah daerah dalam mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor dalam
percepatan hilirisasi komoditas dan pembangunan berbasis desa.
"Pemerintah Provinsi Lampung tengah fokus membangun
ekosistem ekonomi desa melalui program strategi Desaku Maju, yang bertujuan
menahan perginya modal dari desa, serta meningkatkan nilai tambah komoditas
utama daerah," ucap dia.
Menurut dia, Lampung adalah provinsi yang memiliki
kekayaan komoditas seperti padi, jagung, dan singkong yang mampu menghidupi
sekitar 1,2 juta kepala keluarga atau hampir 70 persen populasi di Lampung.
"Selama ini sebagian besar komoditas di Lampung masih
keluar dalam bentuk mentah, sehingga nilainya hanya dinikmati daerah lain.
Kalau tiga komoditas ini kita selesaikan tata kelolanya, Lampung bisa semakin
sejahtera," kata dia.
Gubernur mencontohkan produksi jagung yang jumlahnya bisa
mencapai 1,7 juta ton per tahun, tetapi belum didukung sepenuhnya oleh sistem
pengeringan atau dryer yang memadai di tingkat desa.
"Kalau jagung dikeringkan di desa, dibuat pakan
ternak di desa, ayam dibesarkan dan diproses di desa juga, lalu masuk ke dapur
MBG di desa. Kita bisa mengurangi biaya logistik, meningkatkan pendapatan
petani, sekaligus memperkuat konsumsi protein masyarakat," jelasnya.
Selain pengering, ia menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi
Lampung juga menyiapkan program pupuk organik cair (POC) di 2.000 desa untuk
meningkatkan produktivitas lahan hingga 15 persen, serta penguatan BUMDes agar
mampu menjadi offtaker komoditas lokal.
Saat ini, dari sekitar 2.300 BUMDes berbadan hukum, baru
sebagian kecil yang benar-benar aktif dan tumbuh.
"Ekonomi tidak akan tumbuh jika SDM kita tertinggal.
Oleh karena itu, kami membutuhkan dukungan akademisi dan alumni untuk
memperkuat pendidikan vokasi desa, penelitian pakan ternak berbasis komoditas lokal,
serta pendampingan tata kelola BUMDes," tambahnya.(ant/PL)