lisensi

Senin, 09 Maret 2026, Maret 09, 2026 WIB
Last Updated 2026-03-12T08:59:45Z
Bandar Lampung

Rakor Bersama Pemprov Walikota Bandar Lampung Kritik Penanganan Sungai Oleh BBWS

Advertisement



Bandar Lampung (Pikiran Lampung) - Polemik penanganan sungai yang dinilai lamban kembali mencuat dalam rapat koordinasi penanganan banjir di Provinsi Lampung. Wali Kota Eva Dwiana secara terbuka menyampaikan kekesalannya terhadap kinerja Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji–Sekampung yang dinilai belum maksimal menangani sejumlah sungai di Kota Bandar Lampung.


Pernyataan tersebut disampaikan Eva saat rapat koordinasi yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan di Ruang Sakai Sambayan, Kantor Gubernur Lampung, Senin (9/3/2026).


Rapat tersebut turut dihadiri Anggota Komisi V DPR RI Mukhlis Basri, Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Lampung Lesty Putri Utami, perwakilan BBWS Mesuji–Sekampung, serta sejumlah instansi terkait seperti Bappeda, BPBD, dan PSDA.


Dalam forum yang berlangsung cukup tegang itu, Eva menegaskan bahwa kewenangan pengelolaan sungai, kali, dan irigasi bukan berada pada pemerintah daerah, melainkan di bawah tanggung jawab balai wilayah sungai.


“Yang namanya sungai, kali, dan irigasi di kota maupun kabupaten itu bukan kewenangan daerah, tapi kewenangan Balai,” tegas Eva.


Ia mengungkapkan bahwa dirinya sudah beberapa kali mendatangi kantor BBWS untuk membahas persoalan tersebut. Namun hingga kini, menurutnya, penanganan terhadap sejumlah sungai yang berpotensi memicu banjir belum menunjukkan hasil maksimal.


“Saya sudah beberapa kali datang langsung ke Balai. Bahkan sebulan atau dua bulan lalu saya juga bertemu dengan Kepala Balainya,” ujarnya.


Eva bahkan menyatakan Pemerintah Kota Bandar Lampung siap membantu dari sisi pembiayaan agar penanganan sungai bisa segera direalisasikan. “Saya pernah bilang, kami siap menyiapkan dananya, tapi tolong dibantu. Karena yang tahu kondisi sungai itu Balai,” katanya.


Ia juga menilai persoalan banjir tidak seharusnya hanya diarahkan kepada Kota Bandar Lampung, mengingat sejumlah daerah lain di Lampung juga mengalami permasalahan serupa. Eva berharap penanganan banjir dapat dilakukan secara bersama-sama oleh semua pihak. “Kita harus sama-sama guyub. Kalau semua bekerja sama, insyaallah masalah banjir bisa diselesaikan bersama,” pungkasnya.(bila)