Advertisement
Bandar Lampung (Pikiran Lampung) - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Bandar Lampung sejak Selasa sore (10/03) mengakibatkan banjir di sejumlah titik di Kelurahan Kalibalau Kencana. Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan oleh Babinsa setempat, sedikitnya 304 rumah terdampak genangan air dengan ketinggian bervariasi.
Banjir yang mulai menggenang sekitar pukul 18.00 WIB ini melanda tujuh lokasi utama, antara lain di Jl. P. Antasari (Gg Persada, Gg Waru 1 & 3), Jl. Ridwan Rais (Gg Ainan dan Gg H. Sarib), Jl. Urip S (Gg Bintara), Jl. Arif R Hakim (Gg Basar), serta Jl. Soekarno Hatta (Gg Man 1). Kawasan terdampak terparah berada di Jl. Ridwan Rais Gg H. Sarib dengan 111 rumah, disusul Jl. P. Antasari Gg Waru 1 & 3 sebanyak 78 rumah.
Berkat kewaspadaan dan kepemimpinan Babinsa di lapangan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kerugian material masih dalam proses pendataan oleh petugas.
Babinsa Kalibalau Kencana, Serma Selamet, bergerak cepat segera setelah hujan deras mengguyur. Dengan sigap ia memimpin langsung proses monitoring dan evakuasi warga. "Begitu air mulai naik, saya langsung berkoordinasi dengan Lurah, Ketua RT, dan tokoh pemuda setempat untuk berkeliling memastikan kondisi warga. Prioritas utama kami adalah keselamatan warga, terutama para lansia dan anak-anak," ujar Serma Selamet di sela-sela kegiatan evakuasi.
Berkat arahan dan ketegasan Serma Selamet, puluhan warga lansia yang rumahnya terendam berhasil dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Mereka untuk sementara waktu ditampung di masjid dan mushola terdekat. Serma Selamet memastikan bahwa warga yang mengungsi mendapatkan tempat yang layak dan kebutuhan dasar terpenuhi sambil menunggu air surut.
Tak hanya memimpin evakuasi, Serma Selamet juga mengerahkan seluruh kemampuannya untuk membantu warga. Dengan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas TNI, ia langsung turun tangan membantu Tim Damkar dan BPBD dalam melakukan penyedotan air di titik-titik genangan. Bahkan, Serma Selamet tak segan-segan masuk ke dalam lumpur untuk membantu membersihkan saluran air dari sumbatan sampah bersama warga.
Kehadiran Serma Selamet yang selalu sigap dan dekat dengan warga memberikan rasa tenang di tengah musibah. "Pak Babinsa itu seperti keluarga sendiri. Begitu ada musibah, beliau selalu yang pertama datang. Kami sangat terbantu," ujar salah seorang warga di lokasi pengungsian.
Hingga pukul 21.00 WIB, kondisi air dilaporkan mulai surut di daerah datar, namun masih tergenang di beberapa titik cekungan. Serma Selamet memastikan bahwa dirinya bersama perangkat kelurahan dan relawan akan terus bersiaga di lapangan hingga kondisi benar-benar pulih. Proses pendataan dampak banjir dan pendistribusian bantuan awal juga terus dikoordinasikan langsung oleh Babinsa.(bila)