lisensi

Rabu, 18 Maret 2026, Maret 18, 2026 WIB
Last Updated 2026-03-18T16:40:51Z
Relawan PMI Way Kanan

Relawan PMI Way Kanan Tinggalkan Pos Mudik Demi Selamatkan Bocah 7 Tahun

Advertisement

 



Way Kanan (Pikiran Lampung)--- Aksi Kemanusiaan di Tengah Tugas Mudik, Anggota PMI Rahmat Shali Akbar. S. STP. M. Si,,Tinggalkan Pos Pantau Demi Selamatkan Nyawa bocah 7 Tahun. 


Di tengah padatnya tugas pemantauan arus mudik Lebaran 1447 Hijriah, sebuah aksi kemanusiaan luar biasa ditunjukkan oleh anggota Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Way Kanan.


Seorang anggota Markas PMI Way Kanan, Rahmat Shalli Akbar, S.STP., M.Si, yang juga salah satu ASN Menjabat Kasie di Kecamatan Umpu Semenguk, terpanggil jiwa kemanusiaan nya rela meninggalkan posko pemantauan lalu lintas di Simpang Empat Kampung Negeri Baru demi menyelamatkan nyawa seorang bocah perempuan yang tengah kritis dan membutuhkan transfusi darah mendesak.


Aksi heroik ini bermula dari keluhan orang tua pasien yang kesulitan mendapatkan stok darah di rumah sakit. Anak mereka, Kyera Almaqvira Nazieha (6 tahun 11 bulan), warga Kampung Lembasung, Kecamatan Blambangan Umpu, membutuhkan darah dengan golongan A+, sementara stok di rumah sakit dalam kondisi kosong.


Tanpa berpikir panjang, Rahmat Shali Akbar yang di panggil akrabnya Welly yang saat itu sedang bertugas dalam tim pemantau arus mudik, langsung bergerak menuju RS Zainal abidin pagar Alam (RS Zapa) Way Kanan untuk mendonorkan darahnya.


Kondisi Pasien Memprihatinkan


Diketahui, Kyera telah mengalami sakit sejak akhir tahun lalu. Awalnya ia sering mengalami demam berkepanjangan yang disertai nyeri sendi, serta muncul benjolan kelenjar di bagian belakang leher dan bawah telinga.


Memasuki Februari 2026, kondisi kesehatannya semakin menurun dengan kadar hemoglobin (Hb) yang kerap turun hingga angka 7, sehingga ia harus menjalani transfusi darah berulang.


“Sudah hampir empat kali transfusi, dengan jarak sekitar dua minggu sekali,” ungkap pihak keluarga.


Sebelumnya, Kyera sempat menjalani penanganan di RS Abdul Moeloek Bandar Lampung sejak Januari hingga Maret 2026. Namun hingga kini, penyakit yang dideritanya masih belum dapat didiagnosa secara pasti oleh tim medis.


Saat ini, Kyera menjalani perawatan lanjutan di RS Zafa Way Kanan dalam kondisi yang masih memerlukan perhatian serius.


Aksi Nyata Kemanusiaan


Langkah cepat yang diambil Rahmat Shali Akbar.S.STP.M.Si menjadi bukti nyata bahwa nilai kemanusiaan tidak mengenal waktu dan situasi. Rabu 18/3/2026.


Di saat banyak orang fokus pada rutinitas tugas, ia justru memilih menyelamatkan nyawa seorang anak yang sangat membutuhkan pertolongan.


Aksi ini pun menuai apresiasi dari masyarakat sekitar, yang menilai bahwa kehadiran PMI bukan hanya sebatas simbol, tetapi benar-benar hadir di tengah masyarakat dalam kondisi darurat.


Harapan Keluarga. 


Pihak keluarga berharap adanya perhatian lebih dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, untuk membantu pengobatan Kyera, termasuk ketersediaan darah yang sangat dibutuhkan secara berkala.


Mereka juga berharap segera ada kepastian diagnosis penyakit yang diderita sang anak agar penanganan bisa lebih maksimal.(*/maria).