lisensi

Jumat, 06 Maret 2026, Maret 06, 2026 WIB
Last Updated 2026-03-07T07:11:45Z
Bupati Lampung Selatan Radityo Egi PratamaDaerah

Respons Cepat Banjir Di Jati Agung, Bupati Egi Turun Malam Hari Cek Kondisi Warga Dan Tempat Pengungsian

Advertisement



Lampung Selatan (Pikiran Lampung) – Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama bersama jajaran pemerintah daerah turun langsung meninjau lokasi banjir yang merendam sejumlah permukiman di Kecamatan Jati Agung, Jumat (6/3/2026) malam. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi warga terdampak sekaligus mempercepat langkah penanganan darurat.


Usai menghadiri kegiatan Safari Ramadan di Kalianda, Bupati Egi langsung menuju lokasi banjir untuk melihat secara langsung situasi di lapangan. Saat tiba di lokasi, air masih menggenangi sejumlah rumah warga dengan ketinggian yang bervariasi.


Peninjauan dilakukan di beberapa titik yang terdampak cukup parah, di antaranya Desa Gedung Harapan, Desa Margo Agung, serta Dusun 3 Desa Jati Mulyo. Hingga malam hari, kondisi banjir di wilayah tersebut masih cukup tinggi dan belum sepenuhnya surut.


Dalam kegiatan tersebut, Bupati Egi didampingi Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, Sekretaris Daerah Kabupaten Supriyanto, serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait yang ikut memantau langsung situasi di lapangan.



Mereka mengecek kondisi wilayah terdampak sekaligus mencari penyebab banjir agar langkah penanganan yang dilakukan bisa lebih cepat dan tepat sasaran.


Banjir diketahui terjadi setelah hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak Jumat sore sekitar pukul 15.00 WIB. Curah hujan yang tinggi menyebabkan debit air meningkat dengan cepat hingga meluap ke permukiman warga.


Di Desa Gedung Harapan, luapan air yang terjadi sejak sekitar pukul 17.00 WIB bahkan sempat menutup akses Jalan Kota Baru. Derasnya arus banjir juga menyebabkan dua unit mobil terseret arus.


Sementara di Desa Margo Agung, banjir merendam permukiman warga dengan ketinggian air mencapai dada orang dewasa.


Salah seorang warga, Sri Utari, mengatakan air mulai naik sekitar pukul 16.00 WIB dan terus meningkat hingga merendam rumah warga.

“Air naik cepat sekali, sekitar jam empat sore sudah tinggi,” ujarnya.


Hingga pukul 23.30 WIB pada Jumat malam, data sementara mencatat sekitar 160 kepala keluarga terdampak banjir di Desa Margo Agung. Dari jumlah tersebut, sebanyak 60 warga terpaksa mengungsi di Gedung KDMP Margo Agung demi keselamatan.


Sementara itu, di wilayah Desa Jati Mulyo, banjir juga dipicu oleh jebolnya tanggul Bendungan Way Panas di Dusun 3 sehingga air meluap ke area permukiman sekitar.


Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Egi langsung menginstruksikan jajaran pemerintah kecamatan dan perangkat daerah terkait untuk segera melakukan pendataan terhadap seluruh warga terdampak.

“Saya minta camat segera mendata seluruh warga yang terdampak banjir agar penanganannya bisa dilakukan secara cepat dan tepat. Kepada masyarakat yang saat ini berada di pengungsian, saya harap tetap bersabar dan tetap menjaga kesehatan,” kata Bupati Egi.


Ia juga memastikan pemerintah daerah akan segera menyalurkan bantuan kepada warga terdampak, termasuk bantuan air bersih untuk membantu masyarakat membersihkan rumah yang terendam banjir.

“Kami akan mengirimkan bantuan, termasuk air bersih untuk membantu warga membersihkan rumah yang terdampak banjir. Yang terpenting saat ini adalah memastikan masyarakat dalam kondisi aman, sehat, dan kebutuhan pangan mereka terpenuhi,” tambahnya.


Sebelum Bupati dan Wakil Bupati tiba di lokasi, tim dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan telah lebih dahulu bergerak melakukan evakuasi warga serta membantu pengaturan lalu lintas di kawasan terdampak.


Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan memastikan akan terus memantau perkembangan situasi di wilayah terdampak serta menyiapkan langkah penanganan lanjutan guna memastikan keselamatan warga dan mempercepat proses pemulihan pascabanjir.(Mario)