lisensi

Senin, 23 Maret 2026, Maret 23, 2026 WIB
Last Updated 2026-03-24T05:41:56Z
Taman Purbakala Pugung Raharjo

Taman Purbakala Pugung Raharjo Lamtim Ramai Saat Libur Hari Raya, Kolam Megalitikum Jadi Daya Tarik Utama

Advertisement

 



Lampung Timur (Pikiran Lampung)- Taman Purbakala Pugung Raharjo, salah satu situs cagar budaya penting yang menyimpan jejak peradaban kuno di Provinsi Lampung, kembali menunjukkan kemeriahan sebagai destinasi wisata selama liburan Hari Raya Idul Fitri 1447 H. 


Taman purbakala terletak di Desa Pugung Raharjo, Kecamatan Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur, lokasi yang menjadi saksi bisu perjalanan zaman ini mulai ramai dipadati wisatawan sejak sekitar pukul 10.00 WIB, dengan pengunjung datang dari berbagai daerah baik lokal maupun luar wilayah Lampung Timur.


 

WISATAWAN DATANG DARI BERBAGAI KABUPATEN, BERANGKAT SEJAK PAGI UNTUK NIKMATI SUASANA



 

Pantauan Harian pikiran lampung, Selasa (24/3/2026) Kemeriahan taman purbakala tidak hanya dari pengunjung lokal Kabupaten Lampung Timur. Banyak wisatawan yang datang dari luar daerah seperti Bandar Lampung, Kota Metro, dan Kabupaten Lampung Selatan yang sengaja menjadikan lokasi ini sebagai tujuan liburan bersama keluarga.


Ihwan,(43) salah satu pengunjung yang berasal dari Bandar Lampung, mengungkapkan bahwa ia dan keluarga berangkat sejak sekitar pukul 07.00 WIB dengan perjalanan yang memakan waktu kurang lebih Satu jam. 


"Kami sengaja merencanakan kunjungan ke sini karena tahu bahwa Taman Purbakala Pugung Raharjo adalah warisan cagar budaya yang sangat berharga bagi kita semua. Sebagai bagian dari masyarakat, kita harus mengenal dan menjaga warisan leluhur ini agar tidak terlupakan," ujarnya.



Selain ingin mengenal lebih dekat sejarah, Ihwan juga memiliki harapan khusus terkait kesehatan. 


"Saya sering mengalami keluhan pegal di seluruh badan, kaki sering kesemutan, bahkan ada gejala rematik yang muncul. Saya ingin mencoba terapi ikan dan mandi di kolam megalitikum yang terkenal khasiatnya. Semoga setelah melakukan kedua aktivitas itu, keluhan kesehatan saya bisa membaik dan badan menjadi lebih segar,"


 

KOLAM MEGALITIKUM JADI PUSAT PERHATIAN, DIPERCAYA DAPAT MENYEKOLAHKAN DAN MENYEHATKAN


Di antara berbagai spot menarik yang ada di Taman Purbakala Pugung Raharjo, Kolam Megalitikum menjadi destinasi utama yang paling banyak dikunjungi wisatawan. Kolam yang dipercaya telah ada sejak zaman kuno ini dikenal dengan kepercayaan masyarakat bahwa airnya dapat mengobati berbagai jenis penyakit, menyegarkan tubuh, bahkan membuat kulit tetap awet muda.


 

Selain kolam, punden-punden peninggalan kuno yang tersebar di berbagai sudut taman juga menjadi lokasi favorit untuk mengabadikan momen berlibur. Banyak keluarga yang berfoto bersama di dekat punden tersebut sebagai bentuk kenang-kenangan serta cara untuk memperkenalkan sejarah kepada anak-anak mereka.


Widi Prasetyo, pemandu wisata Taman purba Kala menyampaikan bahwa arus wisatawan mulai meningkat sejak Hari Raya Idul Fitri yang kedua hingga hari ini (keempat hari raya). "Alhamdulillah, jumlah wisatawan yang datang terus Melonjak setiap harinya, di bandingkan dengan hari biasa. 


Banyak yang datang khusus untuk merasakan mandi di kolam megalitikum karena sudah banyak yang mendengar khasiatnya dari cerita mulut ke mulut. Selain itu, tidak sedikit juga yang hanya ingin berkumpul bersama keluarga di tempat yang sejuk dan memiliki nilai sejarah yang tinggi," jelas Widi.


 

TIKET MASUK GRATIS, PIHAK PENGURUS HARAPKAN WISATAWAN JAGA KEbersihan DAN KEUTUHAN CAGAR BUDAYA



Untuk kemudahan dan kenyamanan pengunjung, pihak pengurusan Taman Purbakala Pugung Raharjo mengumumkan bahwa tidak memungut biaya apapun termasuk tiket masuk. Semua akses ke kawasan situs cagar budaya ini diberikan secara gratis bagi siapa saja yang ingin berkunjung.


"Meskipun tidak ada biaya yang dikenakan, kami mengharapkan kerjasama dari seluruh wisatawan untuk menjaga kebersihan lingkungan taman serta tidak melakukan aktivitas yang dapat merusak keutuhan benda cagar budaya yang ada di sini. Warisan ini bukan hanya milik kita saat ini, tetapi juga untuk generasi mendatang," tambah widi mewakili pihak pengurusan. (Fauzi)