Advertisement
Tulang Bawang (Pikiran Lampung) - Masyarakat Kabupaten Tulang Bawang dari berbagai wilayah menyampaikan apresiasi atas kerja keras dan dedikasi Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, dalam memperjuangkan alokasi anggaran pembangunan infrastruktur serta penguatan ekonomi daerah dari Pemerintah Provinsi Lampung.
Apresiasi tersebut datang dari warga Kampung Suka Bhakti, Kecamatan Gedung Aji Baru, Kampung Wono Rejo, Kecamatan Penawar Aji, hingga Kampung Bakung Rahayu, Kecamatan Gedung Meneng. Mereka menilai perhatian pemerintah provinsi terhadap Kabupaten Tulang Bawang—yang juga merupakan kampung halaman Sekdaprov Marindo—telah memberikan dampak nyata bagi percepatan pembangunan di daerah tersebut.
Salah satu warga Kampung Suka Bhakti, Sutrisno, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas perhatian pemerintah provinsi. “Kami sangat merasakan manfaatnya. Jalan yang dulu sulit dilalui sekarang mulai diperbaiki. Ini sangat membantu aktivitas kami sehari-hari, terutama dalam mengangkut hasil pertanian,” ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Suyatmi, warga Kampung Wono Rejo, Kecamatan Penawar Aji. Ia menilai program yang digagas pemerintah provinsi telah menyentuh kebutuhan masyarakat desa.
“Kami bangga ada putra daerah seperti Pak Marindo yang memperjuangkan pembangunan di kampung halaman. Programnya benar-benar dirasakan masyarakat kecil seperti kami,” katanya.
Sementara itu, Rudi Hartono, warga Kampung Bakung Rahayu, Kecamatan Gedung Meneng, berharap program pembangunan dapat terus berlanjut. “Dengan adanya bantuan alat pertanian dan pelatihan, kami jadi lebih semangat meningkatkan hasil usaha. Harapannya ke depan program seperti ini terus berlanjut,” tuturnya.
Secara spasial, Kabupaten Tulang Bawang masuk dalam Koridor Wilayah II yang diarahkan sebagai pusat agroindustri dan pariwisata budaya. Untuk mendukung hal itu, sejumlah program prioritas disiapkan, mulai dari pembangunan infrastruktur jalan, pengembangan terminal, pelabuhan perikanan, hingga penguatan ekonomi berbasis konsep blue economy dan green economy.
Pada sektor infrastruktur, Pemerintah Provinsi Lampung pada tahun 2026 telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp143,7 miliar untuk rekonstruksi dan preservasi tiga ruas jalan provinsi di wilayah Tulang Bawang. Selain itu, terdapat tambahan Rp399,3 juta untuk penanganan dua ruas jalan desa.
Marindo Kurniawan menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur jalan tersebut diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah, menekan biaya distribusi barang, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Pembangunan infrastruktur ini penting untuk meningkatkan produktivitas dan akses ekonomi masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga,” ujarnya.
Selain fokus pada infrastruktur, pemerintah provinsi juga mendorong penguatan ekonomi desa melalui program “Desaku Maju”. Program ini dirancang untuk membangun ekosistem ekonomi desa yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Melalui program tersebut, pada tahun 2026 pemerintah mengalokasikan berbagai dukungan, di antaranya penyediaan pupuk hayati cair senilai Rp11,6 miliar, pengadaan 82 unit mesin pengering (dryer) senilai Rp27,36 miliar, serta pelatihan vokasi bagi 528 penduduk desa dengan anggaran Rp 6 miliar.
Tak hanya itu, bantuan keuangan khusus juga diberikan kepada desa sebesar Rp10 juta per desa. Di Kabupaten Tulang Bawang, sebanyak 147 desa menerima alokasi bantuan dengan total anggaran mencapai Rp1,47 miliar.
“Program Desaku Maju diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa melalui penguatan koperasi dan BUMDes,” jelasnya.(red)