lisensi

Selasa, 14 April 2026, April 14, 2026 WIB
Last Updated 2026-04-14T14:20:03Z
Banjir di Bandar Lampung

Breaking News!!!, Hujan Deras Picu Banjir Sejumlah Titik di Kota Bandar Lampung, Warga Diimbau Waspada

Advertisement


Bandar Lampung (Pikiran Lampung) - Intensitas hujan tinggi yang mengguyur Kota Bandar Lampung sejak sore hingga malam hari, Selasa (14/4/2026), menyebabkan sejumlah wilayah terendam banjir dengan ketinggian air bervariasi, bahkan mencapai lebih dari 50 cm di beberapa titik.


Hujan deras yang disertai petir dan angin kencang tersebut mengakibatkan genangan air meluas hingga ke jalan protokol dan kawasan permukiman warga. Dampaknya, aktivitas lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama kota ini mengalami gangguan cukup signifikan.


Dari sejumlah video yang diterima Pikiran Lampung.com, banjir tampak melumpuhkan arus kendaraan di beberapa titik. Salah satunya terjadi di pertigaan jalan menuju RSU Abdoel Moeloek, di mana ketinggian air dilaporkan hampir setinggi mobil.



Selain itu, wilayah permukiman seperti di Kelurahan Penengahan turut terdampak. Ketinggian air di kawasan tersebut dilaporkan mencapai lebih dari 40 cm dan mulai masuk ke dalam rumah warga. Di Pasir Gintung luapan air kali juga sudah masuk kerumah warga. Di Jalan Onta Kedaton air merendam beberapa perabot rumah tangga seperti kursi dan tempat tidur.


Genangan air juga terlihat di Jalan Raden Inten yang menyebabkan kendaraan melaju dengan kecepatan rendah. Kondisi serupa terjadi di Jalan Pangeran Antasari, tepatnya di depan pintu masuk Perumahan Villa Citra, akibat luapan kali yang tidak mampu menampung debit air.



Sementara itu, di jalur dua Jalan Sultan Agung, Way Halim, air meluap hingga menutupi seluruh badan jalan. Kawasan lain yang juga terdampak cukup parah adalah Jalan Pulau Sebesi di belakang kampus UIN RIL, Sukarame, yang memang dikenal sebagai daerah rawan banjir, dengan ketinggian air dilaporkan melebihi 50 cm.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi terkait korban jiwa. Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lanjutan dan kemungkinan banjir susulan.(madi)