lisensi

Selasa, 07 April 2026, April 07, 2026 WIB
Last Updated 2026-04-08T05:01:37Z
NasionalPT PLN PERSERO

Dirut PLN Raih Green Leadership PROPER 2025, Tegaskan Komitmen Transformasi Energi Bersih

Advertisement

 


Jakarta (Pikiran Lampung) – Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan Green Leadership PROPER dalam ajang Anugerah Lingkungan PROPER 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Penghargaan ini menjadi yang ketiga kalinya diraih, sekaligus menegaskan konsistensi kepemimpinannya dalam mendorong transformasi hijau di tubuh PLN.


Di bawah kepemimpinan Darmawan, kinerja lingkungan PLN menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, perusahaan berhasil meraih 11 PROPER Emas dan 35 PROPER Hijau, mencerminkan keberhasilan dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam operasional bisnis.


Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, yang mengapresiasi para pimpinan perusahaan atas kontribusi mereka dalam mendorong praktik bisnis berkelanjutan.


“Kepada para pimpinan perusahaan, kami sampaikan terima kasih atas kontribusi nyata dalam efisiensi sumber daya, pencegahan pencemaran, serta berbagai kegiatan yang berdampak langsung maupun tidak langsung terhadap ekonomi masyarakat,” ujar Hanif di Jakarta, Selasa (7/4/2026).


Ia menambahkan, PROPER berperan sebagai kompas bagi dunia usaha dalam menjalankan praktik bisnis berkelanjutan berbasis ekonomi hijau, sekaligus mendorong perusahaan melampaui standar kepatuhan terhadap regulasi lingkungan.


Sementara itu, Darmawan Prasodjo menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterima dan menegaskan komitmen PLN dalam mempercepat transisi energi bersih.

“Bagi PLN, PROPER bukan sekadar kepatuhan, melainkan akselerasi transformasi. Komitmen kami adalah menyediakan listrik andal yang memberi nilai bagi lingkungan dan kesejahteraan,” ujarnya.


Dalam lima tahun terakhir, PLN terus mengakselerasi pengembangan energi baru terbarukan (EBT), menurunkan emisi, serta mengelola limbah agar memiliki nilai ekonomi. Ke depan, PLN akan memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta mempercepat target Net Zero Emissions 2060.


Berbagai capaian juga telah diraih, di antaranya peningkatan reduksi emisi karbon dari 12,9 juta ton CO2 pada 2021 menjadi 51,1 juta ton CO2 pada 2025. Selain itu, kapasitas energi baru terbarukan PLN telah mencapai sekitar 9,4 gigawatt (GW).


PLN juga mengembangkan pembangkit berbasis gas dengan produksi mencapai 33,7 terawatt hour (TWh) pada 2025, serta terus mendorong inovasi energi bersih, termasuk pengembangan hidrogen hijau.


Sejak 2023, PLN telah mengoperasikan Green Hydrogen Plant (GHP) pertama di Indonesia di PLTGU Muara Karang, Jakarta. Inovasi ini berlanjut dengan hadirnya GHP berbasis panas bumi pertama di Asia Tenggara di PLTP Kamojang, Jawa Barat pada 2024.


Kini, pengembangan GHP telah tersebar di 22 lokasi di seluruh Indonesia dengan kapasitas total mencapai 203 ton per tahun. Ke depan, hidrogen hijau ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk co-firing PLTU, bahan bakar transportasi ramah lingkungan, hingga kebutuhan industri.


“Harapannya, berbagai inisiatif ini tidak hanya berdampak pada pelestarian lingkungan, tetapi juga memberikan efek berganda bagi ekonomi, membuka lapangan kerja, dan mendukung pembangunan nasional,” tutup Darmawan.(*)