Advertisement
Bandar Lampung (Pikiran Lampung) – Dua mahasiswi Universitas Lampung (Unila) yang sebelumnya dilaporkan hanyut di kawasan wisata Wira Garden, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Kamis (2/4/2026).
Kedua korban ditemukan oleh tim gabungan di perairan Pulau Pasaran, sekitar 7,64 kilometer ke arah timur tenggara dari lokasi kejadian perkara (LKP). Titik koordinat penemuan berada di 5°27'43.290"S 105°15'53.107"E.
Berdasarkan data yang dihimpun, korban masing-masing bernama Fatmawati (23), warga Tulang Bawang Barat, dan Bunga (23), warga Kota Metro. Keduanya diketahui berdomisili di kawasan Rajabasa, Bandar Lampung.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung, Deden Ridwansyah, menyampaikan bahwa kedua korban ditemukan setelah proses pencarian intensif yang melibatkan berbagai unsur tim gabungan.
“Alhamdulillah kedua korban berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan di perairan Pulau Pasaran. Selanjutnya korban dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Deden, Kamis (2/4/2026).
Ia menjelaskan, lokasi penemuan korban berada cukup jauh dari titik awal kejadian, menunjukkan derasnya arus yang membawa korban hingga ke wilayah laut.
“Jarak penemuan sekitar 7,64 kilometer dari LKP ke arah timur tenggara. Ini menunjukkan arus sungai saat kejadian cukup kuat hingga menyeret korban sampai ke perairan,” jelasnya.
Sebelumnya, kedua korban dilaporkan hanyut pada Rabu (1/4/2026) siang di kawasan wisata Wira Garden, Kelurahan Batu Putuk, Kecamatan Teluk Betung Timur.
Peristiwa nahas itu bermula saat korban bersama dua rekannya tiba di lokasi sekitar pukul 11.30 WIB untuk berlibur. Tak lama berselang, hujan deras mengguyur kawasan tersebut sekitar pukul 12.00 WIB.
Usai hujan reda, keempatnya beraktivitas di sekitar aliran sungai dan sempat berfoto di atas batu. Namun secara tiba-tiba, arus deras dari hulu sungai datang dan langsung menerjang lokasi.
Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, kepolisian, BPBD, serta relawan langsung melakukan pencarian sejak hari pertama. Penyisiran dilakukan sepanjang aliran sungai hingga ke wilayah hilir sebelum akhirnya kedua korban ditemukan di perairan laut.
Dengan ditemukannya kedua korban, operasi pencarian resmi dinyatakan selesai. Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di kawasan wisata alam, terutama di sekitar aliran sungai yang berpotensi terjadi banjir bandang secara tiba-tiba.(bila)