Advertisement
Bandar Lampung (Pikiran Lampung) - Pola pendampingan siswa di jenjang SMA di Provinsi Lampung mulai menunjukkan hasil nyata pada Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Jumlah siswa yang lolos ke perguruan tinggi negeri tercatat mencapai 3.388 orang, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 2.599 siswa.
Inimerupaka prestasi fenomenal dan menakjubkan dari Kadsdikbud Provinsi Lampung, Thomas Americo, S.S.T.P, M.H untuk dunia pendidikan d Lampung.
Lonjakan sebanyak 789 siswa atau sekitar 23,29 persen ini menjadi indikasi adanya perubahan pendekatan dalam proses pembinaan. Jika sebelumnya kelulusan identik dengan capaian nilai akademik tinggi, kini faktor strategi dalam memilih jurusan dan perguruan tinggi dinilai semakin menentukan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung, Thomas Amirico, menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari pola bimbingan yang lebih terarah di sekolah.
“Keberhasilan ini bukan semata soal nilai akademik. Yang lebih penting adalah ketepatan dalam menentukan pilihan jurusan yang sesuai dengan kemampuan siswa,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).
Ia menambahkan, masih banyak kasus kegagalan pada tahun-tahun sebelumnya yang disebabkan oleh pilihan jurusan yang terlalu ambisius tanpa mempertimbangkan tingkat persaingan dan kapasitas diri.
Memasuki tahun 2026, pola tersebut mulai bergeser. Sekolah-sekolah kini lebih aktif melakukan pemetaan potensi siswa serta memberikan arahan yang rasional dalam menentukan pilihan, tidak lagi sekadar mengikuti tren jurusan populer atau gengsi kampus.
Beberapa perguruan tinggi seperti Institut Teknologi Sumatera, Universitas Lampung, dan Politeknik Negeri Lampung tetap menjadi tujuan favorit, namun dengan pendekatan seleksi yang lebih terukur.
Dari sisi sekolah, persaingan juga semakin ketat. SMA Negeri 14 mencatatkan jumlah kelulusan tertinggi dengan 230 siswa. Disusul SMA Negeri 2 sebanyak 228 siswa, SMA Negeri 3 dengan 195 siswa, serta SMA Negeri 1 yang meluluskan 182 siswa melalui jalur SNBP.
Capaian ini mencerminkan mulai meratanya kualitas pembinaan di tingkat SMA di Lampung. Meskipun demikian, evaluasi tetap diperlukan agar pendampingan tidak hanya terpusat pada siswa berprestasi tinggi, tetapi juga menjangkau seluruh peserta didik.
“Ke depan, yang kita dorong bukan hanya peningkatan angka kelulusan, tetapi juga pemerataan kesempatan bagi semua siswa,” tegas Thomas.
Tren ini memperlihatkan perubahan paradigma dalam SNBP. Kelulusan tidak lagi semata ditentukan oleh siapa yang paling unggul secara akademik, melainkan oleh ketepatan dalam mengambil keputusan. Dengan pola ini, Lampung mulai menunjukkan daya saing yang semakin kuat dalam kancah pendidikan nasional.(shine anju)