Advertisement
Bandar Lampung (Pikiran Lampung) - Kondisi Provinsi Lampung dinilai tetap kondusif dengan stabilitas ekonomi yang terjaga serta harga kebutuhan pokok yang relatif terkendali, terutama selama momentum Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah. Masyarakat pun diimbau untuk tidak mudah terpengaruh oleh isu maupun narasi negatif yang dapat memicu keresahan, mengingat berbagai indikator menunjukkan situasi daerah yang aman dan ekonomi yang tetap kuat
Ketua Aliansi Tunas Lampung, M. Nur Arsan Subing, mengapresiasi kondisi Provinsi Lampung yang dinilai tetap kondusif dengan stabilitas ekonomi dan harga kebutuhan pokok yang terjaga, terutama selama momentum Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah.
Ia menilai, berbagai program yang dijalankan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Wakil Gubernur Jihan Nurlela, serta didukung kinerja Sekretaris Daerah Provinsi Marindo Kurniawan, telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kami melihat kondisi Lampung saat ini cukup kondusif. Stabilitas ekonomi terjaga, harga-harga relatif terkendali, dan ini tidak lepas dari program pemerintah provinsi yang tepat sasaran,” ujar Arsan, Kamis (2/4/2026).
Menurutnya, kebijakan yang diambil pemerintah daerah mampu memberikan efek positif langsung terhadap daya beli masyarakat serta menjaga keseimbangan ekonomi di tengah berbagai tantangan nasional.
“Program Gubernur Mirza berdampak positif terhadap stabilitas ekonomi warga Lampung. Ini dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama saat Ramadan dan Idulfitri,” jelasnya.
Arsan juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh isu maupun narasi negatif yang dapat memecah kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah daerah.
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak mudah termakan isu atau narasi negatif. Mari kita lihat fakta di lapangan bahwa kondisi ekonomi kita cukup stabil dan aman,” tegasnya.
Secara data, kondisi tersebut sejalan dengan perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) Maret 2026 yang menunjukkan inflasi tetap terkendali. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik, inflasi bulanan tercatat sebesar 0,41 persen, inflasi tahun kalender 0,94 persen, dan inflasi tahunan sebesar 3,48 persen.
Angka tersebut menunjukkan tren penurunan dibandingkan Februari 2026 yang sempat mencapai 4,76 persen, menandakan harga-harga mulai stabil setelah tekanan di awal tahun.
Kenaikan inflasi bulanan terutama dipicu oleh komoditas seperti ikan segar dan daging ayam ras yang masing-masing menyumbang 0,06 persen, diikuti bensin sebesar 0,04 persen, serta angkutan antarkota dan beras masing-masing sebesar 0,03 persen.
Sementara secara tahunan, inflasi didorong oleh tarif listrik dengan kontribusi 0,97 persen dan emas perhiasan sebesar 0,96 persen, serta komoditas pangan seperti daging ayam ras, ikan segar, dan beras.
Di sisi lain, kondisi keamanan daerah juga mendapat apresiasi berkat sinergi antara Pemerintah Provinsi Lampung bersama TNI dan Polri. Hal ini dinilai mampu menjaga stabilitas selama momen penting.
Babinsa Sukarame Baru, Koptu Yayan, turut mengapresiasi kerja sama tersebut, terutama dalam pengamanan sejumlah agenda besar.
“Sinergi yang baik antara pemerintah daerah dan aparat keamanan sangat terasa, terutama saat pengamanan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, Ramadan, hingga Idulfitri. Semua berjalan aman dan lancar,” ujarnya.
Apresiasi juga datang dari kalangan pedagang yang merasakan langsung kestabilan harga dan ketersediaan bahan pokok selama periode hari besar keagamaan.
“Selama Ramadan sampai Idulfitri, stok barang aman dan harga relatif stabil. Ini sangat membantu kami dan masyarakat,” ungkap salah seorang pedagang.
Selain itu, pekerja swasta maupun aparatur sipil negara (ASN) juga mengapresiasi ketegasan pemerintah dalam mendorong perusahaan agar menyalurkan tunjangan hari raya (THR) tepat waktu, sehingga kebutuhan Lebaran dapat terpenuhi dengan baik.
Stabilnya harga dan terjaganya ketersediaan barang pasca-Lebaran pun menjadi indikator bahwa kebijakan pemerintah daerah berjalan efektif dalam menjaga keseimbangan ekonomi di Lampung.(Madi)