lisensi

Selasa, 14 April 2026, April 14, 2026 WIB
Last Updated 2026-04-14T07:46:52Z
Daerah

Open Donasi, Ayo Bebaskan Ibu Meli Penjual Kue Yang Terjerat Tagihan Rumah Sakit Rp80 Juta

Advertisement



Lampura (Pikiran Lampung) -Ibu Meli, seorang pejuang ekonomi keluarga asal Pringsewu, Lampung, kini tengah terjebak dalam pilu yang mendalam. Pasca-kecelakaan tragis yang menimpanya, luka fisiknya memang perlahan pulih, namun beban jiwanya justru kian berat. Saat ini, ia tidak diperbolehkan pulang dari RS Yukum Medical Center (YMC) karena tagihan medis yang membengkak hingga Rp100 juta.

"Saya hanya ingin pulang dan berjualan kue lagi, tapi pintu rumah sakit terasa begitu tinggi untuk saya lewati,"harapnya.

Mengapa Ibu Meli Membutuhkan Kita?

Sebagai penjual kue kecil-kecilan, Ibu Meli adalah sosok yang mandiri. Namun, musibah tidak memberi peringatan.

* Santunan Jasa Raharja telah digunakan secara maksimal, namun hanya menutup sebagian kecil biaya.

* Kendala Birokrasi: Upaya mendaftarkan BPJS PBI ditolak karena batasan waktu administratif yang kaku saat masa kritis, membuat statusnya menjadi pasien umum.

* Sisa Tagihan: Masih ada Rp80.000.000 yang harus dilunasi. Bagi seorang penjual kue, angka ini setara dengan ribuan hari bekerja tanpa henti.

Negara Belum Hadir, Mari Kita yang Bergerak

Surat terbuka telah dilayangkan kepada Presiden hingga Gubernur, namun proses birokrasi membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Sementara itu, setiap hari yang berlalu di rumah sakit berarti beban mental yang kian menumpuk bagi Ibu Meli.

Kami mengundang Bapak/Ibu, Kakak-kakak, dan seluruh Sahabat Kemanusiaan untuk bahu-membahu menjemput kepulangan Ibu Meli. Tidak ada donasi yang terlalu kecil; setiap rupiah yang Anda berikan adalah napas baru bagi harapannya.

Salurkan Bantuan Anda Melalui:


Salurkan Bantuan Anda Melalui:

* Rekening SeaBank: 901322172055

* Atas Nama: Andika Fernando Putra

* Akun DANA: 085955375032


Rencana Penggunaan Dana:

1. Pelunasan sisa tagihan di RS Yukum Medical Center (YMC).

2. Biaya kontrol medis pasca-perawatan di rumahsakit.

Mari kita buktikan bahwa kemanusiaan tidak boleh kalah oleh angka dan kertas administrasi. Terima kasih atas doa dan kedermawanan Anda.

Salam Kemanusiaan,