Advertisement
| Foto Ilustrasi AI Keysa Salsabil/ Pikiran Lampung |
Bandarlampung (Pikiran Lampung)- Pada tahun 2024 silam, terjadi pristiwa tragis yang menimpa salah satu kader NU di Lampung Timur.
Sang kader diduga jadi korban pembunuhan, namun hingga
kini kasusnya belum terungkap dan masih jadi misteri.
Kasus pembunuhan kader Fatayat Nahdlatul Ulama (NU)
Lampung Timur, Riyas Nuraini, yang jasadnya ditemukan dalam karung pada Juli
2024, memicu desakan keras dari berbagai pihak.
Termasuk aksi solidaritas dari ratusan kader Fatayat NU di Mapolda Lampung untuk menuntut pengungkapan pelaku.
Namun hingga saat ini belum ada titik terang pengungkapan kasus tersebut.
Publikpun kecewa terhadap Lembaga wakil rakyat DPRD
Lampung Timur maupun DPRD Provinsi Lampung dimana rakyatnya tewas sangat
mengenaskan belum ada bergeming guna cawe-cawe untuk ungkap kasus.
Oleh karenanya publikpun menilai diduga Wakil rakyat di
Lampung Timur maupun DPRD Lampung tidak punya nyali untuk memanggil POLDA
bahkan Kapolri sebagai pertanggungjawaban keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kasus yang menewaskan secara sadis kader NU tersebut
hingga kini belum terungkap, ungkap Benny N.A. Puspanegara Pemerhati Kebijakan
Hukum, Sosial, Publik dan Eksekutif Nasional AKKI, Selasa (14/4/2026).
“Almarhum, Riyas Nuraini pun mempunyai satu suara dalam
pemilu, dan punya hak untuk dibela wakil rakyatnya," kata Beny.
Beny mengatakan, Lembaga Dewan mempunyai fungsi kontrol
dan berhak memanggil Polda bahkan Kapolri mempertanyakan perkembangan
pengusustan satu warga negara Indonesia yang tewas mengenaskan.
“Artinya negara ini tidak aman, maka muncul persepsi apa tugas Polri selama ini sebagai pengayom dan pelindung masyarakat ?” kata Beny Puspanegara.
Lihmatwarta.id menelusuri perkembangan kasus ini, dari
tewasnya dan ada beberapa catatan penting, Riyas Nuraini (30), seorang kader
Fatayat NU Lampung Timur, ditemukan tewas mengenaskan dalam karung di atas
sepeda motor di ladang jagung, Labuhan Ratu, Lampung Timur, pada Kamis, 18 Juli
2024. Korban sebelumnya dilaporkan hilang sejak Rabu, 17 Juli 2024, saat
mengantarkan barang dagangan.
Ratusan kader Fatayat NU melakukan aksi solidaritas dan
doa bersama di Mapolda Lampung untuk mendesak kepolisian segera mengungkap dan
menangkap tersangka.
Kasus ini juga mendapat sorotan dari Ketua KKPPMP Keuskupan Tanjungkarang, Yuli Nugrahani, yang mengutuk keras pembunuhan tersebut.
Tindak Lanjut ke Kapolri: Fatayat NU Lampung secara langsung menyampaikan tuntutan kepada Kapolri terkait belum tuntasnya pengungkapan kasus pembunuhan Riyas Nuraini.
Status Terkini: Hingga April 2026, kasus pembunuhan
tersebut masih menyisakan tanda tanya besar dan belum terungkap sepenuhnya ?,,(***)