lisensi

Kamis, 30 April 2026, April 30, 2026 WIB
Last Updated 2026-04-30T09:57:42Z
DaerahPemkab Pesawaran

Pesawaran Tingkatkan Kesiapsiagaan, Apel HKB 2026 Tekankan Mitigasi Berbasis Risiko

Advertisement



Pesawaran (Pikiran Lampung) – Pemerintah Kabupaten Pesawaran memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi bencana hidrometeorologi dengan menggelar Apel Siaga Bencana dalam rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026 di Lapangan Pemkab Pesawaran, Kamis (30/4/2026).


Kegiatan tersebut dipimpin Wakil Bupati Pesawaran, Antonius Muhammad Ali, S.H., yang bertindak sebagai pembina apel. Dalam amanatnya, ia menyampaikan pesan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, terkait pentingnya perubahan paradigma penanggulangan bencana.


Menurutnya, peringatan HKB menjadi penanda penting lahirnya Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, yang menggeser pendekatan dari penanganan darurat menuju mitigasi berbasis risiko.


“Tahun ini juga menjadi momentum satu dekade gerakan HKB sejak pertama kali dicanangkan pada 2016. Berbagai upaya bersama selama ini terbukti mampu menekan dampak bencana, baik dari sisi korban jiwa maupun kerugian material,” ujar Antonius.


Ia juga menyoroti meningkatnya ancaman bencana hidrometeorologi akibat perubahan iklim. Peristiwa banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera sepanjang 2025 disebut sebagai peringatan serius bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan.


Dalam apel tersebut, sejumlah langkah strategis ditekankan, di antaranya penerapan penanggulangan bencana berbasis risiko, penguatan sistem peringatan dini yang mudah diakses masyarakat, hingga penyiapan jalur dan titik evakuasi di wilayah rawan bencana.


Selain itu, kesiapan personel dan logistik selama 24 jam, pelaksanaan simulasi secara berkala, serta penguatan kolaborasi lintas sektor juga menjadi perhatian. Pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media dinilai penting untuk membangun ketangguhan bersama.


“Kelompok rentan seperti lansia, difabel, ibu hamil, dan anak-anak harus menjadi prioritas dalam setiap upaya penanggulangan bencana,” tegasnya.


Apel siaga juga dirangkaikan dengan gelar peralatan penanggulangan bencana. Pemeriksaan dilakukan terhadap kendaraan operasional, peralatan evakuasi seperti perahu karet dan chainsaw, serta kesiapan logistik di gudang BPBD Pesawaran.


Dengan mengusung tema “Siap Untuk Selamat: Bersatu dalam Siaga, Tangguh Menghadapi Bencana”, peringatan HKB 2026 diharapkan mampu mendorong keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Pemerintah menegaskan bahwa penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya BPBD semata.


Kegiatan ini turut dihadiri unsur Forkopimda Pesawaran, para kepala OPD, perwakilan TNI-Polri, Basarnas, PMI, Tagana, relawan, serta unsur dunia usaha.(alung)