lisensi

Kamis, 02 April 2026, April 02, 2026 WIB
Last Updated 2026-04-02T07:24:02Z
NasionalPT PLN PERSERO

PLN Catat Lonjakan Penggunaan SPKLU Saat Lebaran 2026 Hingga 4 Kali Lipat

Advertisement



Jakarta (Pikiran Lampung) – PT PLN (Persero) mencatat peningkatan signifikan penggunaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) selama periode siaga Ramadhan dan Idul Fitri (RAFI) 1447 Hijriah. Lonjakan ini menunjukkan tren positif adopsi kendaraan listrik di tengah masyarakat.


Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, mengatakan tingginya aktivitas pengisian daya menjadi indikator meningkatnya kepercayaan publik terhadap kendaraan listrik, terutama saat momentum mudik Lebaran.


“Lonjakan penggunaan SPKLU selama RAFI menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik,” ujarnya dalam keterangannya, Kamis (02/04/2026).


Secara data, frekuensi transaksi pengisian daya sepanjang 12 hingga 31 Maret 2026 mencapai 303.234 kali, meningkat tajam dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebanyak 73.161 transaksi.


Sejalan dengan itu, konsumsi listrik kendaraan listrik juga mengalami kenaikan drastis. PLN mencatat penggunaan listrik mencapai 7,16 juta kilowatt hour (kWh), naik lebih dari empat kali lipat dari 1,75 juta kWh pada tahun sebelumnya.


Menurut Darmawan, capaian ini tidak terlepas dari kesiapan infrastruktur serta layanan yang telah dioptimalkan selama masa mudik dan arus balik Lebaran.


“Hal ini tidak lepas dari kesiapan infrastruktur dan layanan yang kami hadirkan secara optimal selama periode mudik,” katanya.


Untuk mendukung kebutuhan pengguna kendaraan listrik, PLN bersama mitra telah menyediakan 4.769 unit SPKLU yang tersebar di 3.097 titik di seluruh Indonesia, dengan jarak rata-rata antar lokasi sekitar 22 kilometer.


Di jalur mudik utama Trans Sumatra, Jawa, dan Bali, jumlah SPKLU yang disiapkan mencapai 1.681 unit di 994 titik. Angka ini meningkat sekitar 70 persen dibandingkan periode Idul Fitri tahun sebelumnya.


PLN juga mengantisipasi kondisi darurat dengan menyiagakan 15 unit SPKLU Mobile di sejumlah titik strategis, khususnya di sekitar pintu keluar tol, yang didukung oleh ribuan personel siaga.


Selain menambah jumlah infrastruktur, PLN turut meningkatkan kualitas layanan melalui pengembangan teknologi pengisian daya. Sejumlah SPKLU dengan tingkat penggunaan tinggi telah ditingkatkan kapasitasnya dari standard charging menjadi fast charging hingga ultra fast charging, sehingga waktu pengisian menjadi lebih efisien.


“Kami akan terus memperkuat infrastruktur dan layanan kendaraan listrik agar masyarakat semakin nyaman beralih ke energi bersih,” pungkas Darmawan.(*)