lisensi

Rabu, 08 April 2026, April 08, 2026 WIB
Last Updated 2026-04-09T01:05:38Z

Rela Pulang Subuh, Gubernur Mirza dan Sekdaprov Marindo Semangat Untuk 'Muluskan ' Jalan Way Kanan

Advertisement

 : 


Way Kanan (Pikiran Lampung) ---- Demi memuluskan jalan di Kabupaten Way Kanan yang terbengkalai selama satu dekade, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal didampingi Sekdaprov Marindo Kurniawan dan tim rela pulang subuh. 


Hal ini terungkap saat Pikiran Lampung mengkonfirmasi tentang ruas jalan yang diperbaiki di Bumi Ramik Ragom kepada Sekdaprov Marindo, Kamis (9/4/2024). 


" Ya Pak Gubernur Mirza kemarin meresmikan dimulainya perbaikan jalan di Way Kanan, kebetulan kami juga ikut mendapingi beliau, bahkan baru sampai rumah sekiatr subuh tadi,"jelas Marindo sambil tertawa hangat melalui sambungan telepon. 




Namun begitu, Marindo menegaskan Gubernur Mirza dan jajaran Pemprov tetap selalu semangat untuk membangun Lampung dan untuk kesejateraan rakyat, terutama infrastrutur jalan di Way Kanan. 


" Pak Gubernur Mirza selalu semangat untuk rakyat dan untuk Lampung yang maju, semoga perbaikan jalan di Way Kanan bisa mmbawa kesejahteraan warga, konektifitas wilayah lancar serta ekonomi rakyat juga semakin baik," jelasnya.


Marindo mengajak warga Lampung, khususnya yang ada di Way Kanan agar selalu mendukung Program Gubernur Mirza dan Wagub Jihan dalam membangun infrastruktur di Bumi Ruwa Jurai, 




Dari pantauan Pikira Lampung, Gubernur Mirza dan Sekdaprov Marindo bersama tim Pemprov Lampung hingga malam hari tampak masih beada di lokasi perbaikan jalan di Way Kanan. Gubernur Mirza tampak dengan penuh semangat tetap menyapa warga yang dengan raut wajah bahagia menghampiri sang pemimpin muda ini. 


Untuk dikathuai,  penantian panjang masyarakat selama belasan tahun akhirnya mulai terjawab dengan dimulainya pembangunan ruas jalan Kasui–Air Ringkih di Kabupaten Way Kanan. 

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal turun langsung meninjau ruas tersebut pada Rabu (8/4/2026).


Selama lebih dari satu dekade, warga harus bertahan dengan kondisi jalan rusak bahkan sebagian belum pernah tersentuh aspal.



Pemerintah Provinsi Lampung pada tahun 2026 mulai merealisasikan perbaikan ruas tersebut sebagai bagian dari upaya peningkatan infrastruktur jalan di wilayah Way Kanan. 


Ruas Kasui–Air Ringkih sendiri memiliki panjang sekitar 26,295 kilometer dengan tingkat kemantapan jalan baru mencapai 45,03 persen.


Gubernur Mirza dalam arahannya menegaskan bahwa pembangunan jalan ini harus dilakukan dengan kualitas terbaik, mengingat besarnya harapan masyarakat yang telah menunggu lama.



“Kurang lebih 15 tahun jalan ini tidak diperbaiki. Masyarakat sudah sangat sabar, mereka menahan kondisi jalan rusak bertahun-tahun. Jadi saya minta pekerjaan ini dilakukan sebaik mungkin sesuai spesifikasi,” ujarnya.


Ia menekankan bahwa pembangunan jalan bukan sekadar pekerjaan proyek, tetapi merupakan amanah yang membawa harapan masyarakat.

“Ini bukan hanya soal kontrak pekerjaan, tapi ini adalah wujud dari doa-doa masyarakat. Jangan sampai hasilnya mengecewakan,” tegasnya.


Gubernur Mirza juga mengingatkan pentingnya pengawasan dan pemeliharaan, terutama pada sistem drainase agar jalan yang dibangun dapat bertahan lama.


“Kalau dijaga dengan baik, jalan ini bisa bertahan hingga 20 tahun. Tapi harus dijaga bersama, terutama aliran airnya,” tambahnya.


Kepala Kampung Gunung Sari Malik Irsan menggambarkan secara mendalam bagaimana penantian panjang itu kini berbuah harapan.


Ia menyebut, bagi masyarakat Rebang Tangkas, pembangunan jalan bukan sekadar proyek fisik, melainkan jawaban atas kebutuhan mendasar yang telah lama dirasakan namun belum terpenuhi.


“Ini bukan hanya soal jalan dibangun, tapi ini tentang harapan masyarakat yang akhirnya dijawab. Kami sudah menunggu ini berpuluh-puluh tahun, bahkan sudah menjadi cerita turun-temurun di tengah masyarakat,” ujarnya.


Menurutnya, selama ini kondisi jalan yang rusak tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga membatasi ruang gerak ekonomi dan aktivitas sehari-hari. 


Ia menuturkan bahwa masyarakat kerap menghadapi risiko tinggi saat melintasi ruas tersebut, mulai dari keterlambatan distribusi hasil pertanian hingga kecelakaan lalu lintas yang kerap terjadi akibat kondisi jalan yang tidak memadai.


“Rebang Tangkas ini salah satu wilayah penghasil sawit di Way Kanan. Jadi jalan ini benar-benar menjadi urat nadi aktivitas masyarakat. Ketika jalan rusak, semua ikut terdampak, mulai dari petani, pedagang, sampai aktivitas sosial masyarakat,” jelasnya.


Malik berpendapat bahwa bagi masyarakat, kehadiran pemerintah menjadi bentuk perhatian nyata sekaligus memberikan keyakinan bahwa pembangunan ini akan berjalan sesuai harapan.


“Atas nama masyarakat, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah provinsi, kabupaten, dan semua pihak terkait. Kami merasa diperhatikan, dan ini menjadi semangat baru bagi kami untuk terus bergerak maju,” tambahnya.


Ia berharap perubahan signifikan akan segera dirasakan, tidak hanya dari sisi infrastruktur, tetapi juga terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Pembangunan ruas ini memiliki nilai strategis karena akan meningkatkan konektivitas antarwilayah. (CEO)