lisensi

Senin, 27 April 2026, April 27, 2026 WIB
Last Updated 2026-04-28T02:48:08Z
DaerahLapas Kelas IIA Kalianda

Sambut HBP ke-62, Lapas Kalianda Jemput Bola Identitas WBP Bareng Disdukcapil

Advertisement


Lampung Selatan (Pikiran Lampung) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kalianda melaksanakan perekaman data kependudukan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) pada Senin (27/4/26) di lingkungan Lapas Kalianda, Lampung Selatan.


Kegiatan ini digelar sebagai upaya pemenuhan hak administrasi kependudukan warga binaan sekaligus bagian dari rangkaian peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62, melalui sinergi antara Lapas Kalianda dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Lampung Selatan.


Langkah kolaboratif ini menjadi bentuk nyata pelayanan publik yang inklusif, di mana negara tetap hadir memberikan hak dasar bagi setiap warga, termasuk mereka yang sedang menjalani masa pembinaan. 


Perekaman data kependudukan seperti KTP elektronik menjadi hal krusial, karena menjadi pintu masuk untuk mengakses berbagai layanan, mulai dari kesehatan, bantuan sosial, hingga administrasi lainnya.


Petugas Disdukcapil turun langsung ke dalam lapas dengan membawa perangkat perekaman, sehingga proses dapat dilakukan secara cepat dan efisien tanpa harus memindahkan warga binaan ke luar lingkungan lapas. Suasana kegiatan berlangsung tertib dengan antusiasme warga binaan yang mengikuti proses demi proses perekaman.


Kepala Lapas Kalianda menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni peringatan HBP, tetapi merupakan komitmen berkelanjutan dalam pemenuhan hak-hak warga binaan.


“Kami ingin memastikan seluruh warga binaan memiliki identitas resmi. Ini penting sebagai bekal mereka saat kembali ke masyarakat nanti, agar tidak mengalami hambatan dalam mengakses layanan publik,” ujarnya.


Lebih jauh, program ini juga menjadi bagian dari proses pembinaan yang menitikberatkan pada kesiapan reintegrasi sosial. Dengan identitas yang lengkap, warga binaan diharapkan dapat kembali menjalani kehidupan secara normal, produktif, dan diterima di tengah masyarakat.


Sinergi antara Lapas dan Disdukcapil ini pun diharapkan terus berlanjut sebagai model pelayanan terpadu, sekaligus memperkuat komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan yang merata tanpa terkecuali.(mario)