Advertisement
Bandarlampung (Pikiran Lampung)- Pemprov Lampung senantiasa mengutaakan kesejahteraa petani, melalui Program Prioritas Desaku Maju yang diusung oleh Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dan Wagb Jihan Nurlela.
Hal ini disampaikan Sekdaprov Marindo Kurniawan kepada Pikiran Lampung, usai mengikuti rapat evaluasi yang dipimpin Wagub Jihan, Selasa (7/4/2026).
" Ya jadi sesuai dengan program Pak Gubernur Mirza dan Wagub Jihan, bahwa pemprov Lampung mengutamakan kesejahteraan petani dan pelaku usaha kecil melalui program Prioritas Desaku Maju,"jelas Sekdaprov Marindo.
Selain itu, kata Marindo, Program Desaku Maju juga memfokuskan mengurangi pengangguran di desa serta menciptakan lapangan kerja baru, dengan program vokasi.
" Program Vokasi di Desaku Maju kita fokuaskan untuk mengurangi pengangguran dengan memberikan keterampilan kepada warga, khususnya yang usia produktif," jelasnya.
Tampak Hadir juga dalam rapat evaluasi Program Desaku Maju ini, Kadisdik Thomas Americo dan beberapa kepala OPD di lingkungan pemprov Lampung lainnya.
Sementara itu, Wagub Jihan Nurlela menyampaikan rapat evaluasi bertujuan memastikan seluruh program tetap berjalan sesuai arah dan target yang telah ditetapkan.
“Hari ini kita lakukan evaluasi program prioritas Desaku Maju untuk memastikan program tersebut masih on track. Dan alhamdulillah di beberapa bidang, termasuk POC, bed dryer, hingga pelatihan vokasi, masih sesuai dengan visi yang kita harapkan,” ujarnya.
Ia menambahkan sejumlah program unggulan menunjukkan capaian positif, khususnya pada penggunaan Pupuk Organik Cair (POC) dan fasilitas bed dryer yang dinilai mampu meningkatkan produktivitas serta efisiensi di sektor pertanian.
“POC memuaskan, excellent, bed dryer juga seperti itu, dengan tantangan-tantangannya sudah diselesaikan di tahun 2025,” ungkapnya.
Untuk tahun 2026, Wagub Jihan mengungkapkan bahwa Pemprov Lampung menetapkan sejumlah skala prioritas guna memperluas dampak program, diantaranya pengembangan bed dryer hingga 82 lokasi serta penyebaran POC di 800 titik. Selain itu, program vokasi juga tetap dilanjutkan dengan target 500 peserta.
“2026 bed dryer sampai dengan 82 lokus, POC kita tahun ini 800 titik, kemudian vokasi migran juga masih berlanjut sambil kita evaluasi metodenya,” jelasnya.
Wagub Jihan menegaskan bahwa program Desaku Maju akan terus dilaksanakan hingga akhir masa kepemimpinan Gubernur Lampung sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun desa.
“Masih lanjut Desaku Maju sampai dengan akhir masa periode Pak Gubernur, insyaallah tetap masih ada,” ujarnya.
Secara umum, Wagub Jugan menyampaikan bahwa program ini diarahkan untuk mendorong kemandirian dan penguatan ekonomi desa melalui peningkatan nilai tambah berbasis hilirisasi komoditas lokal.
“Tujuannya peningkatan kemandirian desa, ekonomi desa dan terjadinya nilai tambah dari hilirisasi yang ada di desa-desa di seluruh Provinsi Lampung,” tambahnya.
Meski demikian, Wagub Jihan mengakui bahwa implementasi program saat ini masih berfokus pada sektor pertanian, seperti padi, jagung dan singkong.
Ke depan, Pemprov Lampung berencana mengintegrasikan program serupa untuk wilayah pesisir dan sektor perikanan.
“Untuk daerah pesisir dan nelayan, semoga di tahun mendatang bisa kita integrasikan. Hari ini kita fokus di komoditi utama pertanian,” pungkasnya.(Anju)